Menu

Mode Gelap
Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi Satgas PPA Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KPU dan BUMD PT. Wajar Corpora ke Kejari Aceh Timur

Opini

Jalan Harapan yang Kembali Terhubung

badge-check


					Jalan Harapan yang Kembali Terhubung Perbesar

Sabtu pagi di Gampong Sarah Raja, Kecamatan Langkahan, tak lagi sepenuhnya sunyi. Jalan darat yang sempat terputus kini kembali dapat dilalui. Debu masih menempel di aspal yang baru dilewati, namun bagi warga, jalan itu bukan sekadar akses fisik—melainkan harapan yang perlahan kembali tersambung.

Di ujung perjalanan tersebut, rombongan bantuan kemanusiaan akhirnya tiba. Mereka bukan hanya membawa logistik, tetapi juga kehadiran, perhatian, serta keyakinan bahwa warga tidak sendiri. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dr. (C) H. Jamaluddin, bersama Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, hadir bersama tim akademisi, tenaga medis, SAR, serta relawan lintas disiplin.

Bagi masyarakat Gampong Sarah Raja, kedatangan rombongan ini terasa berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk seremoni, melainkan langkah-langkah sederhana yang menyusuri kampung, meninjau kondisi lapangan, dan menyapa warga dengan bahasa yang mudah dipahami. Tim medis UNS membuka layanan kesehatan dan memeriksa warga satu per satu—mulai dari lansia hingga anak-anak—di tengah keterbatasan pascabencana.

Di sudut lain, tim SAR bersama para akademisi melakukan pemetaan kondisi lingkungan, memastikan wilayah kembali aman, sekaligus mencatat berbagai hal yang masih perlu dibenahi. Semua bergerak dalam senyap, dengan satu tujuan yang sama: membantu warga bangkit.

Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, serta Inspektur Kabupaten Aceh Utara, Andria Zulfa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan satu hal penting, bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi.

Bantuan yang disalurkan mungkin akan habis terbagi, namun maknanya tidak. Bagi warga Gampong Sarah Raja, hari itu bukan hanya tentang paket bantuan, melainkan tentang keyakinan bahwa negara hadir, perguruan tinggi peduli, dan masa depan masih layak diperjuangkan.

Di Langkahan, langkah pemulihan memang belum sepenuhnya selesai. Namun pada Sabtu itu, satu hal pasti: jalan harapan telah kembali terbuka.

(Tri Nugroho Panggabean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TOLERANSI SEBAGAI KUNCI INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

4 April 2026 - 11:59 WIB

PERTUMBUHAN TINGGI, DOMPET MENIPIS: PARADOKS STABILITAS EKONOMI INDONESIA DI ERA TEKANAN GLOBAL

26 Februari 2026 - 11:54 WIB

ANTARA TARAWIH DAN TROLI BELANJA: WAJAH GANDA RAMADHAN KITA

26 Februari 2026 - 11:35 WIB

KELAS MENENGAH DI UJUNG TANDUK, SIAPA SEBENARNYA YANG MENIKMATI PERTUMBUHAN?

13 Februari 2026 - 11:57 WIB

EPSTEIN, PARASIT EKONOMI, DAN WAJAH KAPITALISME YANG KEHILANGAN ETIKA

12 Februari 2026 - 11:21 WIB

Trending di Opini