Menu

Mode Gelap
Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap Kejari Batu Bara Eksekusi DPO Kasus Penipuan, Buronan Sejak 2022 Akhirnya Ditahan Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat

Headline

Yang Dinanti Terjawab: Respons Walikota dan DPRK Soal Demo Lhokseumawe

badge-check

Yang Dinanti Terjawab: Respons Walikota dan DPRK Soal Demo Lhokseumawe Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Lhokseumawe turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung DPRK. Aksi ini berlangsung sejak pagi hingga siang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, Brimob, dan TNI.

Massa yang tergabung dari BEM Universitas Malikussaleh, UIN Sultanah Nahrisyah, UNIKI, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe membawa sejumlah tuntutan yang mereka sebut sebagai petisi rakyat. Ketua aksi, Robert Kamid, dalam orasinya menegaskan delapan poin utama, mulai dari mendesak reformasi Polri dan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menolak penambahan empat batalyon baru di Aceh, hingga mengecam tindak kriminalitas terhadap pers.

Tak berhenti di situ, mahasiswa juga menolak pengesahan RUU KUHP, menolak kenaikan pajak PBB Kota Lhokseumawe yang mencapai 248 persen, menolak kenaikan tunjangan DPR RI, menolak “penulisan sejarah ulang Indonesia” serta mendesak pencopotan Menteri Fadli Zon, hingga menuntut penyelesaian bonus untuk atlet Aceh. Mereka juga meminta pengusutan tegas kasus meninggalnya Affan Kurniawan, seorang ojol yang gugur saat demonstrasi di Jakarta pada 25 Agustus 2025.

Ketegangan di Depan DPRK

Awalnya mahasiswa mendesak agar aspirasi mereka dibawa masuk ke dalam gedung DPRK. Namun Walikota Lhokseumawe, Ketua DPRK, Kapolres, dan Dandim 0103 Aceh Utara menolak dengan alasan keamanan. Perdebatan berlangsung, hingga akhirnya tercapai kesepakatan bahwa penyampaian pendapat tetap dilakukan di luar gedung.

Situasi lapangan terlihat dijaga ekstra ketat. Dua unit kendaraan water canon dan dua kendaraan taktis Brimob disiagakan di halaman gedung. Aparat kepolisian tampak berlapis bersama unsur TNI untuk mengantisipasi potensi eskalasi. Sejumlah rektor perguruan tinggi, termasuk Rektor Unimal Prof. Herman Fithra, juga hadir langsung untuk memantau aksi ini.

Mahasiswa: “Aceh Cinta Damai”

Usai aksi, Ketua BEM Unimal, Muhammad Ilal Sinaga, menyampaikan pernyataan pers. Menurutnya, aksi berjalan damai karena mahasiswa Aceh menjunjung tinggi nilai perdamaian. Namun ia memberi peringatan, jika dalam waktu satu minggu tuntutan mahasiswa tidak dipenuhi, mereka akan kembali dengan gelombang aksi yang lebih besar.

“Bila penambahan batalyon baru di Aceh benar terjadi, maka itu sudah melanggar MoU Helsinki. Dalam perjanjian jelas disebut jumlah personel TNI BKO dan organik tidak boleh melebihi 14 ribu. Kami tidak ingin Aceh kembali ke masa-masa penuh konflik,” ujarnya tegas.

Sehari sebelum aksi, Walikota, Kapolres Lhokseumawe, Dandim 0103 Aceh Utara, Ketua DPRK, dan para rektor sudah menggelar pertemuan. Pertemuan itu membahas strategi agar demonstrasi tetap berjalan kondusif. Faktanya, langkah antisipasi itu terbukti mampu mencegah aksi berkembang menjadi kerusuhan. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah

10 Juli 2026 - 18:34 WIB

Buntut SP3 Pencurian Kayu Pinus di Lahan SHM Dikecam, Kapolres Taput: Tidak Terpenuhi  Unsur Pidana

10 Juni 2026 - 10:49 WIB

Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya

7 Juni 2026 - 18:36 WIB

Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

30 April 2026 - 11:16 WIB

Trending di Aceh