Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Ramadhan Usai, Amalan Tak Boleh Berhenti

badge-check


					Ramadhan Usai, Amalan Tak Boleh Berhenti Perbesar

Panton Labu, Harianpaparazzi – Ribuan warga Panton Labu memadati Masjid Raya Pase sejak subuh untuk melaksanakan Shalat Id yang dimulai pukul 07.15 WIB. Lantunan takbir menggema, menyelimuti kota paling timur Kabupaten Aceh Utara dengan suasana haru dan syukur. Sekitar 3.500 jemaah pria dan wanita larut dalam kekhidmatan, menutup bulan suci dengan ibadah yang sarat makna.

Usai shalat, mereka menyimak khutbah yang disampaikan oleh Tengku Ibnu Hajar dari Dayah Malikussaleh. Dalam khutbahnya, sang khatib mengajak jemaah merenungkan hakikat Ramadhan dan pentingnya mempertahankan amalan baik di bulan-bulan selanjutnya.

Kebahagiaan Sejati dalam Keimanan

“Kita baru saja meninggalkan bulan yang penuh kemuliaan. Bulan yang tidak ada bandingannya dalam hal keberkahan. Ramadhan selalu dikaitkan dengan Al-Qur’an, wahyu Allah, dan di dalamnya terdapat berbagai keutamaan ibadah,” ujar Tengku Ibnu Hajar.

Khatib menegaskan bahwa tanda kebahagiaan seorang mukmin adalah menerima takdir Allah dengan lapang hati, baik dalam keadaan susah maupun senang. Selain itu, sikap qanaah—merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah—adalah tanda diterimanya amalan seseorang.

“Ketika kita berpuasa, kita menginginkan berbagai makanan, namun setelah berbuka, hanya seteguk air dan sepotong makanan yang kita perlukan. Begitulah perbandingan antara dunia dan akhirat,” lanjutnya.

Amal yang Diterima dan Keikhlasan

Dalam khutbahnya, Tengku Ibnu Hajar menekankan bahwa hanya dua hal yang akan dibawa seseorang saat meninggalkan dunia: amal baik dan amal buruk. Namun, amalan yang diterima Allah bukan sekadar yang dilakukan oleh anggota badan, melainkan yang dilakukan dengan keikhlasan hati.

“Maka dari itu, ketika kita berpuasa, ajaklah hati untuk ikut berpuasa. Ketika kita shalat, ajaklah hati untuk turut serta dalam shalat. Allah tidak memberatkan hamba-Nya, namun apakah kita mampu memahami hikmah dari ibadah yang kita lakukan?” imbuhnya.

Lebih lanjut, khatib mengingatkan bahwa tanda lain diterimanya amal ibadah adalah peningkatan ketaatan di luar Ramadhan. Shalat sunah, puasa sunah, dan amalan lainnya seharusnya tetap dijaga.

Pesan Perpisahan Ramadhan

Di akhir khutbah, Tengku Ibnu Hajar mengingatkan bahwa Ramadhan telah berlalu dan tidak ada yang bisa menjamin apakah kita akan bertemu dengannya kembali tahun depan.

“Kita tidak tahu apakah kita masih akan hidup esok hari. Oleh karena itu, jangan sia-siakan amalan yang telah kita lakukan. Semoga Allah menerima ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita,” tutupnya.

Masjid Raya Pase: Simbol Keagungan Islam di Aceh Utara

Masjid Raya Pase, tempat berlangsungnya Shalat Id pagi tadi, merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Aceh Utara. Dibangun pada era kepemimpinan Bupati Tarmizi A. Karim sekitar tahun 2000, masjid ini menjadi salah satu ikon kemegahan Islam di daerah tersebut. Perintisnya, Abu Ibrahim, dikenal sebagai ulama karismatik dengan keahlian di bidang hukum Islam, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional dan internasional.

Shalat Id pagi ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk merenungkan esensi dari ibadah yang telah dijalani selama sebulan penuh. Sebuah pengingat bahwa Ramadhan boleh berlalu, tetapi amal kebaikan harus terus berlanjut. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh