Menu

Mode Gelap
Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan  Kejari Batu Bara Bongkar Kasus Proyek Jalan Rp43 Miliar, 12 Terdakwa Dituntut, Negara Rugi Rp6 Miliar Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

Aceh

Postingan Facebook Anggota DPRA Picu Polemik di Aceh Timur, Satgas PPA Sesalkan Narasi yang Memperkeruh Suasana

badge-check


					Postingan Facebook Anggota DPRA Picu Polemik di Aceh Timur, Satgas PPA Sesalkan Narasi yang Memperkeruh Suasana Perbesar

Aceh Timur, Harianpaparazzi.com – Sejumlah unggahan di media sosial Facebook memicu polemik di tengah masyarakat Aceh Timur. Postingan dari akun bernama Martini menjadi sorotan setelah berisi narasi yang dinilai kontroversial dan memancing berbagai reaksi publik.

Martini diketahui merupakan seorang politisi dari Partai NasDem yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan beberapa pernyataan, di antaranya: “20 orang warga di lapor ke polisi gara-gara dituduh fitnah padahal fakta”. Selain itu, terdapat pula postingan lain yang berbunyi: “Istrinya diambil suaminya dipenjarakan seperti masa Fir’aun….” serta kalimat bernada pertanyaan: “Soe lom yg rencana teror? mangat sigo bungkoh ngen boss”. Unggahan tersebut turut memancing komentar dari warganet yang mempertanyakan maksud serta kebenaran isi pernyataan itu.

Narasi dalam postingan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan di ruang publik digital. Sebagian masyarakat menilai isi unggahan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memperkeruh situasi yang tengah berkembang di wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan Aceh (PPA), Tri Nugroho Pangabean, menyayangkan sikap dan postingan yang dinilai tidak membantu meredakan keadaan.

“Postingan seperti itu justru membuat publik semakin riuh dan berpotensi memperkeruh suasana yang sedang terjadi di Aceh Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan informasi di media sosial agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Tri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar dan tetap menunggu klarifikasi dari pihak berwenang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait kebenaran isi dari unggahan tersebut. Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Trending di Aceh