Menu

Mode Gelap
Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon?

Aceh

Pengulu Lembah Haji Mengintimidasi Perangkat Desa Demi Keuntungan Pribadi dari Dana Desa

badge-check


					Pengulu Lembah Haji Mengintimidasi Perangkat Desa Demi Keuntungan Pribadi dari Dana Desa Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara kembali membuat kejutan dengan menggencarkan penindakan dugaan tindak pidana korupsi, dari anggaran Mega proyek hingga pengelolaan dana desa yang merugikan keuangan negara.

Fakta dalam penyelidikan, terdapat beberapa kegiatan desa pada tahun anggaran 2022 dan 2023 tidak dikerjakan alias fiktif. Bukan hanya itu, terduga juga melakukan mark-up atas kegiatan.

“Berdasarkan hasil perhitungan tim audit inspektorat, kerugian negara dari mencapai Rp.476.692.348 juta,” ungkap Kajari.

Akibat dari perbuatannya, HM disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan uu nomor 20 tahun 2001

Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara menetapkan Kepala Desa Lembah Haji, Kecamatan Bambel inisial HM sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2022 dan 2023.

“Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan secara profesional, penyidik menetapkan HM sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan DD,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Lilik Setiawan, S.H, M.H,  di Lobi Gedung Kejaksaan saat menetapkan tersangka, Kamis (9/10/2025) malaM.

Adapun penetapan tersangka tersebut berdasarkan surat perintah penyidikan kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara nomor : Print-01/1.1.20/Fd.1/05/2025 dan diperbarui dengan surat perintah tugas penyidikan nomor: Print-01/L.1.20/Fd.1/06/2025 tanggal 10 Juni 2025 Jo. Surat penetapan tersangka nomor: R-16/L.1.20/Fd.1/10/2025.

Berdasarkan hasil penyidikan, adapun modus kepala desa HM diduga menguasai dana desa dengan cara mengambil tunai di di Bank Aceh Syariah perwakilan Kutacane, dengan didampingi ZP (jabatan Kaur Keuangan).

Setelah dana desa tersebut diambil, HM menguasai uang tersebut baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kegiatan Desa. Dalam aksinya, HM mengancam perangkat yang tidak mau menandatangani laporan pertanggungjawaban.

“HM mengancam perangkat desa akan dipecat, jika tidak mau menandatangani laporan pertanggungjawaban,” beber Lilik Setiawan.

“Untuk kepentingan penyidikan, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan, HM dititip di Lapas Kela II B Kutacane,” pungkas Lilik Setiawan. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir

14 Januari 2026 - 23:41 WIB

Oknum Anggota DPR RI Asal Aceh TA Khalid Diduga Tipu Warga

14 Januari 2026 - 20:24 WIB

Aksi Dua LSM di Depan Polda Aceh Disorot, LSM Penjara Sebut Ada Kepentingan Tersembunyi

14 Januari 2026 - 20:00 WIB

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Trending di Aceh