Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Pengulu Lembah Haji Mengintimidasi Perangkat Desa Demi Keuntungan Pribadi dari Dana Desa

badge-check

Pengulu Lembah Haji Mengintimidasi Perangkat Desa Demi Keuntungan Pribadi dari Dana Desa Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara kembali membuat kejutan dengan menggencarkan penindakan dugaan tindak pidana korupsi, dari anggaran Mega proyek hingga pengelolaan dana desa yang merugikan keuangan negara.

Fakta dalam penyelidikan, terdapat beberapa kegiatan desa pada tahun anggaran 2022 dan 2023 tidak dikerjakan alias fiktif. Bukan hanya itu, terduga juga melakukan mark-up atas kegiatan.

“Berdasarkan hasil perhitungan tim audit inspektorat, kerugian negara dari mencapai Rp.476.692.348 juta,” ungkap Kajari.

Akibat dari perbuatannya, HM disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan uu nomor 20 tahun 2001

Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara menetapkan Kepala Desa Lembah Haji, Kecamatan Bambel inisial HM sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2022 dan 2023.

“Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan secara profesional, penyidik menetapkan HM sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan DD,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Lilik Setiawan, S.H, M.H,  di Lobi Gedung Kejaksaan saat menetapkan tersangka, Kamis (9/10/2025) malaM.

Adapun penetapan tersangka tersebut berdasarkan surat perintah penyidikan kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara nomor : Print-01/1.1.20/Fd.1/05/2025 dan diperbarui dengan surat perintah tugas penyidikan nomor: Print-01/L.1.20/Fd.1/06/2025 tanggal 10 Juni 2025 Jo. Surat penetapan tersangka nomor: R-16/L.1.20/Fd.1/10/2025.

Berdasarkan hasil penyidikan, adapun modus kepala desa HM diduga menguasai dana desa dengan cara mengambil tunai di di Bank Aceh Syariah perwakilan Kutacane, dengan didampingi ZP (jabatan Kaur Keuangan).

Setelah dana desa tersebut diambil, HM menguasai uang tersebut baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kegiatan Desa. Dalam aksinya, HM mengancam perangkat yang tidak mau menandatangani laporan pertanggungjawaban.

“HM mengancam perangkat desa akan dipecat, jika tidak mau menandatangani laporan pertanggungjawaban,” beber Lilik Setiawan.

“Untuk kepentingan penyidikan, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan, HM dititip di Lapas Kela II B Kutacane,” pungkas Lilik Setiawan. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Setahun Disidik, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Pembayaran BLT Gampong Blang Majron Berakhir SP3, Temuan Audit Rp107,8 Juta Jadi Sorotan

25 Juli 2026 - 19:59 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

Trending di Aceh