Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

5.121 KK di Aceh Tamiang Terima Bantuan Rehab Rumah, Dana Disalurkan Langsung ke Toko Material

badge-check


					5.121 KK di Aceh Tamiang Terima Bantuan Rehab Rumah, Dana Disalurkan Langsung ke Toko Material Perbesar

Kuala Simpang, Harianpaparazzi.com — Sebanyak 5.121 kepala keluarga di Aceh Tamiang tercatat menerima bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang. Pemerintah menetapkan bantuan Rp15 juta untuk kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang, dengan mekanisme penyaluran non-tunai melalui perbankan langsung ke toko material bangunan.

Program ini merujuk skema yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Dari total penerima, 2.804 kepala keluarga masuk kategori rusak ringan dan 2.337 kepala keluarga rusak sedang. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni 80 persen pada tahap pertama dan 20 persen pada tahap kedua. Komposisi penggunaan dana ditetapkan 75 persen untuk pembelian bahan bangunan dan 25 persen untuk ongkos tukang.

Juru Bicara Bupati Aceh Tamiang, Farij, Selasa (03/03), menjelaskan dana bantuan tidak masuk ke rekening pemerintah daerah. Dana ditransfer ke rekening penerima, lalu disalurkan melalui bank langsung ke toko material setelah seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.

Warga diwajibkan melengkapi dokumen berupa fotokopi KTP dan KK, surat permohonan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), surat pertanggungjawaban mutlak, serta rencana anggaran perbaikan yang disusun bersama kepala tukang. Rencana tersebut kemudian dibawa ke toko material untuk memperoleh rincian harga, sebelum diajukan kembali ke PPK guna proses pembukaan blokir rekening di bank. Progres pembangunan juga harus didokumentasikan mulai dari kondisi awal, 50 persen, hingga 100 persen.

Menurut Farij, masyarakat bebas memilih toko material tanpa rekomendasi khusus dari pemerintah. Harga bahan bangunan mengikuti harga masing-masing toko. Ia menegaskan tidak boleh ada pemotongan dana bantuan dalam bentuk apa pun dan tidak ada intervensi politik dalam proses penyaluran.

Namun di lapangan, sejumlah warga menilai prosedur tersebut cukup panjang dan mengharuskan mereka bolak-balik antara gampong, kecamatan, toko material, dan bank. Sebagian masyarakat juga mempertanyakan potensi perbedaan harga material antar toko serta kekhawatiran adanya manipulasi kwitansi jika pengawasan tidak berjalan maksimal.

Lanjut Juru bicara Bupati, Pemerintah beralasan mekanisme non-tunai diterapkan untuk mencegah dana digunakan di luar peruntukan, seperti pembelian kendaraan atau barang elektronik. “Ongkos tukang tetap dipegang langsung oleh penerima bantuan untuk dibayarkan kepada pekerja.”

Transparansi distribusi transaksi dan pengawasan harga material menjadi perhatian publik agar bantuan benar-benar mempercepat pemulihan warga terdampak, tanpa membuka ruang konflik kepentingan maupun potensi penyimpangan. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh