Menu

Mode Gelap
Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan  Kejari Batu Bara Bongkar Kasus Proyek Jalan Rp43 Miliar, 12 Terdakwa Dituntut, Negara Rugi Rp6 Miliar Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

Aceh

Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah

badge-check


					Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah Perbesar

Lhoksukon, Harianpaprazzi – Langit Lhoksukon belum sepenuhnya siang saat barisan pasukan tempur berdiri tegak di halaman Markas Brigif 25/Siwah. Suara doa dari mulut ulama karismatik Aceh, Waled Muzakir Lapang, menyatu dalam sejuknya udara desa Blang Aman. Di tengah hening dan khidmat itu, seorang perwira muda dengan senyum tenang melangkah pasti, Lekol Inf. DR. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P, resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Brigif 25/Siwah, menggantikan Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.

Sebuah Awal dalam Doa
Dalam adat Aceh, pemimpin baru tidak sekadar dikenalkan, tapi “ditepungtawari”. Alunan doa dan ayat suci mengiringi jabatan baru Dimar Bahtera. Peusijuk dari ulama bukan sekadar seremoni—ia simbol penerimaan spiritual dan sosial dari bumi Serambi Mekkah.

“Sayangi kami seperti anak sendiri. Kami akan hadir, membantu, tanpa pamrih. Jika ada yang salah dari prajurit kami, tolong tegur. Karena Aceh adalah titipan,” ujar Dimar dengan nada penuh empati dan rendah hati.

Antara Seragam Tempur dan Goresan Ilmu
Tidak banyak komandan batalion yang mampu menyeimbangkan lapangan dengan akademik. Tapi Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, melihat sesuatu yang lain dalam sosok Dimar Bahtera.

“Beliau punya gelar doktor, namun tetap ada di medan dan dekat dengan pasukan. Ini bukan sekadar pangkat, ini kepemimpinan modern,” ujarnya mengagumi.

Komando dengan Wajah Kemanusiaan
Dengan gaya kepemimpinan khasnya, Dimar membentangkan pandangannya tentang peran TNI: bukan dominan, tapi totalitas membantu rakyat. Ia menolak dikotomi “militer-sipil” yang selama ini membayangi Aceh pasca-konflik.

“Kalau masyarakat lelah, panggil kami. Kalau mencangkul pun tak kuat, biar kami yang mencangkul. Kami bukan dominasi, kami cadangan terakhir bagi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyadari betul nilai budaya dan religi masyarakat Aceh. Maka ia berkomitmen menjadikan Syariat Islam bukan hanya dihormati, tapi dihayati sebagai cara hidup di lingkungan Brigif.

Aceh memiliki tiga Batalyon Infanteri di bawah Brigif RK 25/Siwah: Raider 111/Karma Bhakti, Raider 113/Jaya Sakti, dan Raider 114/Satria Musara. Di tengah meningkatnya jumlah pasukan, banyak pihak memandang ada “dominasi militer”. Namun Dimar mengajak melihat dari sisi lain.

“TNI itu alat negara. Kami ada untuk memperkuat, bukan mengambil alih. Kami di sini untuk menjahit kembali apa yang pernah robek, dengan hormat, bukan kekuatan.”

Dengan latar akademik yang tak biasa untuk seorang prajurit tempur, Dimar Bahtera datang bukan membawa strategi perang, tapi peta harapan. Di tengah bayang-bayang sejarah konflik dan keraguan terhadap militer, ia datang membawa sentuhan baru: mengubah kekuatan menjadi perlindungan, dan komando menjadi pengabdian. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Trending di Aceh