Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

“Batang Patah di Tanah Rantau” Hidupkan Spirit Randai Modern di Taman Budaya Medan

badge-check

“Batang Patah di Tanah Rantau” Hidupkan Spirit Randai Modern di Taman Budaya Medan Perbesar

Medan — harianpaparazzi.com | Pertunjukan seni Randai kontemporer bertajuk Batang Patah di Tanah Rantau sukses digelar meriah di Taman Budaya Medan (6/5/26). Pertunjukan ini mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati area pertunjukan sejak awal hingga akhir acara.

Atmosfer emosional, kekuatan artistik, serta pengolahan tradisi Minangkabau dalam kemasan modern membuat pertunjukan Randai kontemporer ini tampil memukau. Tepuk tangan panjang penonton menjadi bukti kuat bahwa karya tersebut berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat seni.

Karya Batang Patah di Tanah Rantau merupakan gagasan dari Dr. Nurwani S.ST., M.Hum. Pertunjukan ini disutradarai oleh Frisdo Ekardo S.Sn., M.Sn., dengan penata gerak Erik Nofriandi S.Sn., M.Sn., serta komposer Ghandur Siraj S.Sn., M.Sn.

Kolaborasi para seniman tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam seni Randai kontemporer. Tradisi Minangkabau diolah menjadi pertunjukan yang segar, adaptif, dan relevan dengan perkembangan seni pertunjukan masa kini.

Cerita dalam Batang Patah di Tanah Rantau berangkat dari spirit Randai sebagai tradisi performatif masyarakat Minangkabau. Karya ini menghadirkan pembacaan ulang terhadap tradisi sebagai sumber nilai yang dinamis dalam merespons kehidupan sosial masyarakat sebelum perantauan.

Alur cerita berfokus pada perjalanan hidup seorang lelaki Minangkabau yang menghadapi tekanan adat, tuntutan keluarga, serta konflik batin setelah kehilangan ibunya sejak usia dini. Peristiwa tersebut membentuk kedewasaan dirinya secara cepat sekaligus menghadirkan beban tanggung jawab dalam sistem nilai kolektif masyarakat Minangkabau.

Konflik semakin memuncak ketika tokoh utama dihadapkan pada pilihan antara cinta, kehendak pribadi, dan keputusan adat keluarga. Pernikahan yang dipaksakan kemudian menjadi titik balik yang mendorong dirinya memilih jalan merantau.

Dalam pertunjukan ini, rantau tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik. Lebih dari itu, rantau menjadi simbol pencarian identitas sekaligus keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman.

Secara artistik, pertunjukan Randai kontemporer ini mengolah dialog, musik, dan gerak dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Tradisi Minangkabau tidak ditampilkan secara kaku, melainkan ditransformasikan menjadi bahasa estetik yang komunikatif bagi audiens modern.

Integrasi unsur tradisi dengan ekspresi urban membuat Batang Patah di Tanah Rantau tampil kuat sebagai seni pertunjukan kontemporer tanpa kehilangan akar budayanya. Karya ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup melalui adaptasi kreatif yang relevan dengan generasi masa kini.

Tak hanya menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menghadirkan refleksi budaya yang emosional dan mendalam. Batang Patah di Tanah Rantau menawarkan pembacaan baru terhadap tradisi yang mampu bernegosiasi dengan perkembangan zaman serta ruang presentasi seni yang terus berubah. (GS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

25 Sep 2026 - 17:57 WIB

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

25 Sep 2026 - 14:08 WIB

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

Polres Taput Tetapkan RBS Tersangka Cabul Terhadap Putri Kandung

23 Sep 2026 - 15:05 WIB

Polres Taput Tetapkan RBS Tersangka Cabul Terhadap Putri Kandung

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Tegaskan Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Bukan Korupsi, Rido Panjaitan Resmi Bebas

23 Sep 2026 - 08:11 WIB

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Tegaskan Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Bukan Korupsi, Rido Panjaitan Resmi Bebas

Dinilai Abai Terhadap Putusan Bebas Rido Panjaitan, Kinerja Kajari dalam Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Disorot

23 Sep 2026 - 08:04 WIB

Dinilai Abai Terhadap Putusan Bebas Rido Panjaitan, Kinerja Kajari dalam Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Disorot
Trending di News