Menu

Mode Gelap
Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu

Aceh

Masyarakat Aceh Tenggara Keluhkan Kelangkaan Pertalite

badge-check


					Antrian Di SPBU Lawe Kihing Aceh Tenggara Perbesar

Antrian Di SPBU Lawe Kihing Aceh Tenggara

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir diwarnai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU maupun Pertashop.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, hingga Pertamax membuat masyarakat harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan.

Pertalite yang biasanya paling banyak dicari kini semakin sulit ditemukan. Kondisi ini memaksa warga beralih menggunakan Pertamax. Akibatnya, Pertashop yang sebelumnya sepi kini ikut dipadati pembeli.

Rusdi, warga Lawe Sumur, mengaku bingung dengan kelangkaan BBM yang mendadak terjadi. Meski harus antre panjang, ia tetap bertahan.

“Kami sudah beberapa hari kesulitan mencari Pertalite, terpaksa pakai Pertamax. Walaupun harus antre sampai berjam-jam, mau tidak mau dijalani. Yang penting kendaraan bisa jalan,” ujar Rusdi kepada harianpaparazzi.com, Jumat (03/10/2025).

Menurut Rusdi, antrean kali ini jauh lebih padat dibanding hari-hari biasanya. Banyak warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja terpaksa ikut antre demi tidak kehilangan penghasilan.

“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Kalau terus begini, masyarakat makin sulit. Pekerja harian yang butuh kendaraan jelas sangat terdampak,” tambahnya.

Pantauan harianpaparazzi.com di lapangan, antrean panjang tampak hampir di beberapa SPBU. Kendaraan mengular hingga ke badan jalan, sementara Pertashop dipadati warga yang bergantian mengisi Pertamax.

Meski kondisi ini melelahkan, masyarakat tetap bertahan. Bagi mereka, BBM bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang utama roda perekonomian sehari-hari. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Komplotan Penipu Berkedok Program Rumah Duafa Berkeliaran di Lhokseumawe, Sejumlah Kontraktor Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026 - 11:31 WIB

Oknum Penagih PT Bussan Auto Finance Diduga Intimidasi Nasabah di Lhokseumawe, Baru Tunggak 1 Bulan Sudah Diancam Tarik Motor

5 Maret 2026 - 12:46 WIB

Oknum Kepala SD Negeri 4 Baktiya Aceh Utara Diduga Jual Aset Renovasi, Guru Sertifikasi Diperas!

5 Maret 2026 - 10:37 WIB

Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank

5 Maret 2026 - 01:30 WIB

58 Persen Layanan Air Bersih Pulih, Warga Aceh Tamiang Masih Hadapi Air Keruh Pascabanjir

4 Maret 2026 - 22:01 WIB

Trending di Aceh