Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

58 Persen Layanan Air Bersih Pulih, Warga Aceh Tamiang Masih Hadapi Air Keruh Pascabanjir

badge-check

58 Persen Layanan Air Bersih Pulih, Warga Aceh Tamiang Masih Hadapi Air Keruh Pascabanjir Perbesar

Kuala Simpang, Harianpaparazzi.com – Memasuki bulan ketiga pascabanjir, distribusi air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bergerak pulih. Namun di sejumlah titik, terutama wilayah Kota Kuala Simpang, air yang mengalir masih tampak keruh dan belum layak konsumsi. Di tengah masa rehabilitasi dan rekonstruksi, kebutuhan air bersih tetap menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat.

Direktur PDAM Tirta Tamiang, Juanda, Rabu (04/03), menjelaskan pihaknya melayani pelanggan di 12 kecamatan dengan dukungan delapan unit Water Treatment Plant (WTP). Dari jumlah tersebut, belum seluruhnya berfungsi optimal akibat kerusakan mesin dan jaringan distribusi pascabanjir. Hingga kini, layanan baru mencapai sekitar 58 persen.

Data PDAM mencatat total pelanggan sebanyak 29.572 sambungan rumah, namun yang sudah kembali terlayani baru 16.163 pelanggan. Sementara itu, 24.041 unit water meter dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan jaringan juga dipicu proses normalisasi saluran oleh alat berat yang berdampak pada patahnya pipa distribusi di sejumlah kecamatan.

Juanda mengakui, kualitas air di beberapa titik belum memenuhi standar konsumsi, salah satunya di Kuala Simpang. Kerusakan total filter Instalasi Pengolahan Air (IPA) menjadi penyebab utama. Selain itu, keterbatasan bahan kimia pengolahan memperlambat pemulihan kualitas air. Untuk enam bulan masa pemulihan, PDAM membutuhkan tawas antara 229 hingga 294 ton serta 35 ton kaporit. Saat ini, stok bahan kimia dilaporkan habis.

Foto: Direktur PDAM Tirta Tamiang Juanda, saat memberikan keterangan usai meninjau perbaikan WTP dan jaringan pipa distribusi di beberapa titik di sejumlah kecamatan.

Di sisi sosial, pasokan air untuk warga yang masih bertahan di tenda pengungsian dan kebutuhan sosial lainnya disebut diberikan secara gratis tanpa pembedaan. Namun Juanda belum dapat memastikan kapan distribusi air akan kembali normal sepenuhnya. Pihaknya masih melobi sejumlah NGO dalam negeri guna membantu pengadaan material dan bahan kimia.

Bagi warga, air bersih bukan sekadar layanan publik, tetapi menyangkut kesehatan, aktivitas ekonomi rumah tangga, hingga ibadah. Di wilayah yang secara geografis berada di hilir aliran sungai dan terdampak sedimentasi berat, pemulihan sistem air bersih menjadi pekerjaan teknis sekaligus sosial yang mendesak.

Pemerintah daerah melalui PDAM menegaskan upaya perbaikan terus berjalan. Namun publik kini menanti kepastian waktu, transparansi data produksi, serta jaminan kualitas air yang aman dikonsumsi. Dalam konteks pemulihan pascabencana, keberhasilan distribusi air bersih menjadi indikator nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri

11 Okt 2026 - 10:38 WIB

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri

Hujan Deras Picu Genangan di Gampong Selebu Aceh Tamiang, Ketinggian Air Capai Betis Orang Dewasa

11 Okt 2026 - 09:23 WIB

Hujan Deras Picu Genangan di Gampong Selebu Aceh Tamiang, Ketinggian Air Capai Betis Orang Dewasa

Rumah Bantuan Diduga Mangkrak Sejak 2025, Ke Mana Ujung Program Pemerintah Aceh?

9 Okt 2026 - 18:01 WIB

Rumah Bantuan Diduga Mangkrak Sejak 2025, Ke Mana Ujung Program Pemerintah Aceh?

Lantik 48 Keuchik, Wali Kota Lhokseumawe Instruksikan Perang terhadap Narkoba dan Judi Online

9 Okt 2026 - 15:38 WIB

Lantik 48 Keuchik, Wali Kota Lhokseumawe Instruksikan Perang terhadap Narkoba dan Judi Online

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM

7 Okt 2026 - 21:26 WIB

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM
Trending di Aceh