Menu

Mode Gelap
Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi Satgas PPA Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KPU dan BUMD PT. Wajar Corpora ke Kejari Aceh Timur

Aceh

KINERJA INSPEKTORAT DINILAI LAMBAT DAN LEMAH, WARGA ATU GAJAH REJE GURU DESAK USUT DUGAAN KORUPSI MANTAN REJE

badge-check


					KINERJA INSPEKTORAT DINILAI LAMBAT DAN LEMAH, WARGA ATU GAJAH REJE GURU DESAK USUT DUGAAN KORUPSI MANTAN REJE Perbesar


Aceh, Harianpaparazzi.com – Gelombang kekecewaan melanda warga Kampung Atu Gajah Reje Guru, Aceh Tengah. Masyarakat secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap pengelolaan Dana Desa oleh mantan Reje (Kepala Desa) setempat yang dinilai tidak transparan dan sarat praktik pungutan liar (pungli).

Melalui laporan tertulis yang ditujukan kepada Kapolres Aceh Tengah pada Selasa (7/4/2026), perwakilan masyarakat mengungkapkan bahwa anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa diduga kuat telah dialihkan untuk kepentingan pribadi.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah proyek pengadaan kolam ikan dengan anggaran mencapai Rp135 juta. Namun, di lapangan, warga menegaskan bahwa keberadaan kolam tersebut tidak jelas—anggaran tercatat telah dicairkan, tetapi fisik bangunan tidak pernah terwujud.

“Uang negara lenyap begitu saja, tidak tahu ke mana tujuannya. Kami menduga ada oknum di dinas terkait yang menjadikan mantan Reje ini sebagai ‘ATM berjalan’, sehingga pengawasan menjadi tumpul,” ungkap salah satu perwakilan warga.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dugaan kolusi antara mantan Reje dan oknum dinas terkait yang diduga dilakukan untuk memperlemah fungsi pengawasan serta melancarkan penyimpangan anggaran secara sistematis.

Selain persoalan Dana Desa, mantan Reje tersebut juga diduga melakukan pungutan liar kepada warga terkait penyaluran listrik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap warga dimintai biaya sebesar Rp5 juta per orang. Dari empat warga yang teridentifikasi, total pungutan mencapai Rp20 juta.

Yang lebih mengkhawatirkan, anggaran untuk pos yang sama diduga tetap diklaim dari Dana Desa. Praktik “double anggaran”—memungut biaya dari warga sekaligus mencairkan dana dari kas desa—menjadi salah satu dugaan pelanggaran paling serius yang disoroti masyarakat.

Laporan masyarakat kali ini juga didukung oleh sejumlah pihak. Mantan Imam Desa serta Tgk. Imam yang saat ini masih menjabat menyatakan kesiapan mereka untuk tampil sebagai saksi kunci dalam proses penyelidikan.

“Kami dari pihak masyarakat, termasuk Imam Desa, siap memberikan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan,” tegas perwakilan warga.

Masyarakat Kampung Atu Gajah Reje Guru secara tegas meminta Kapolres Aceh Tengah dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tengah untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam. Warga menilai lambatnya penanganan kasus ini tidak terlepas dari dugaan adanya oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang melindungi mantan Reje tersebut.

“Kami sudah lelah. Masalah ini sudah berlarut-larut dan belum ada titik terang. Kami berharap kasus ini diselesaikan sampai tuntas,” tegas warga dalam laporan tersebut.

Masyarakat berharap penegakan hukum yang tegas dapat memutus rantai korupsi di tingkat desa serta menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan laporan keberatan masyarakat tertanggal 7 April 2026 yang ditujukan kepada Kapolres Aceh Tengah. Pihak yang disebutkan dalam berita ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab kepada redaksi. (Tim)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kades Mengeluh, Dugaan Pungutan Warnai Verifikasi Data Banjir di Aceh Utara

6 April 2026 - 18:19 WIB

Skandal Rp7 Miliar KIP Aceh Timur: Hak PPS/KPPS Menguap, Akrobat Anggaran atau “Sedekah” Terpaksa?

5 April 2026 - 18:37 WIB

Krisis Air Bersih 5 Bulan, Warga Alue Bili Geulumpang Desak Pemerintah Segera Bertindak

5 April 2026 - 14:29 WIB

Jembatan Pantai Dona Ditargetkan Rampung Agustus 2026

4 April 2026 - 12:33 WIB

Manajemen RSU Cut Meutia Beri Jawaban Terkait Kritik Pelayanan: ‘Semua Berjalan Sesuai SOP, Bukan Asal Jadwal’

3 April 2026 - 20:00 WIB

Trending di Aceh