Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

News

Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah

badge-check


					Kemendagri Ajak Daerah Sulawesi Perkuat Pondasi Pembangunan Jangka Menengah Perbesar

Gorontalo, harianpaparazzi.com – Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dengan agenda nasional.

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah Sulawesi, beberapa waktu lalu.

Restuardy mengingatkan, pembangunan daerah harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta program prioritas Presiden, agar arah pembangunan selaras dan sinergis.

“Keselarasan ini menjadi kunci agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan mendukung visi dan target nasional,” kata Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (21/5).

Ia juga mencermati tren positif indikator makro di Sulawesi, khususnya pertumbuhan ekonomi yang membaik. Namun, tantangan masih ada, seperti angka kemiskinan di Gorontalo dan tingkat pengangguran di Sulawesi Utara yang perlu segera ditangani.

“2025 menjadi momentum penting sebagai titik awal memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kita harus memanfaatkan waktu ini untuk memacu percepatan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang wajib dimanfaatkan untuk menyatukan visi, kebijakan, dan prioritas pembangunan antar pemerintah daerah dan pusat.

Namun, Gusnar juga mengingatkan berbagai kendala yang masih harus diatasi, seperti lemahnya hilirisasi produk pertanian, keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil panen, serta minimnya konektivitas antarwilayah di Sulawesi.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada perencanaan tanpa memastikan implementasi yang nyata di lapangan. Kami berharap Kemendagri tidak hanya hadir di tahap perencanaan, tapi juga aktif mengawal pelaksanaan hasil Musrenbang,” harapnya.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah di Sulawesi sekaligus menjadi fondasi penting untuk pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan merata selama lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMSI Batu Bara Pertegas Peran Pers dan Konsolidasi Organisasi dalam Rakerda

23 April 2026 - 20:27 WIB

Gerak Cepat, Polres Langkat Tangkap Pelaku Pencurian dengan Kekerasan dalam Waktu 8 Jam

23 April 2026 - 11:32 WIB

Reaksi cepat Tim gabungan polres Langkat membuahkan hasil

23 April 2026 - 11:26 WIB

Polres Langkat Tangkap Pelaku Bersenjata Api Rakitan, Aksi Pencurian dengan Kekerasan Terungkap

23 April 2026 - 11:16 WIB

Upaya Peredaran Sabu 21 Gram di Labuhan Ruku Berhasil Digagalkan Aparat

22 April 2026 - 19:08 WIB

Trending di News