Jakarta – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) meminta Presiden Prabowo Subianto menjadikan pergantian Menteri keuangan sebagai momentum untuk memperbaiki ekonomi rakyat, dengan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Hal ini mengemuka dalam Diskusi Kebangsaan FWK yang dipimpin Raja Parlindungan Pane, Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Hadir dalam diskusi ini, antara lain mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 Hendry Ch Bangun dan sejumlah pemimpin redaksi media massa.
Peserta Diskusi FWK mencatat, sejak menjabat pada Oktober 2024, Presiden Prabowo sudah menunjuk tiga menteri keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Terakhir, tanggal 14 September lalu, Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Soal pergantian menkeu, saya setuju saja, ini merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Hanya cara menyampaikan pergantian menteri keuangan itu, apakah etis hanya lewat telepon? Ini perlu dipertimbangkan ke depan,”ujar Raja Pane saat membuka diskusi.
Laporan media menyebut Purbaya mengetahui dirinya diberhentikan sebagai menkeu melalui telepon Mensesneg Prasetyo Hadi. Saat itu, Purbaya sedang membahas anggaran negara 2027 di DPD-RI.
Setahun menjadi menteri keuangan, Purbaya beberapa kali menjadi bahan spekulasi. Ia punya gaya berbeda sebagai menteri keuangan. Kontroversi. “Ceplas-ceplos,”kata Hendry Bangun, mantan wartawan senior Kompas.
Investor menyebut Purbaya menteri keuangan yang agresif, pro pertumbuhan ekonomi. Ini menimbulkan kekhawatiran pasar tentang defisit APBN, gejolak kurs rupiah dan stabilitas keuangan negara.
Tantangan kian berat. Ketika memasuki minggu kedua bulan September 2026, harga minyak dunia kembali menembus 100 dolar AS per barel. Ini akan memperbesar anggaran subsidi energi. Akibatnya, akan memperkecil ruang fiskal APBN. Pertanyaannya, dari mana anggaran, untuk membiayai program-program unggulan Presiden Prabowo?
Pelatih sepak bola
Hendry Bangun menyampaikan analogi Presiden Prabowo sebagai pelatih sepak bola. Sebagai pelatih, dia perlu mengubah strategi untuk mengatasi kebuntuan permainan. Apalagi tantangannya semakin berat. Salah satunya dengan mengganti pemain.
“Maka, Presiden Prabowo harus menjadikan pergantian menteri keuangan ini, sebagai momentum untuk memperbaiki keadaan,”ujar Hendry Bangun.
Dikatakan, Suahasil Nazara adalah teknokrat berpengalaman. Memiliki kecakapan, memahami kebijakan Presiden Prabowo dan tidak kalah pentingnya diterima pegawai Kementerian Keuangan dan pasar. Ini tampak bagaimana dia disambut meriah pegawai Kemenkeu setelah dilantik presiden sebagai menteri keuangan di Istana.
Untung Kurniadi, salah seorang pengurus FWK menyebut, Suahasil Nazara memiliki pengalaman lama di di bidang perumusan kebijakan fiskal. Keunggulan lainnya, dia pernah menjadi wakil menteri keuangan di masa Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sejumlah wartawan senior AR Loebis, Dr Budi Nugraha, Rudy Sitompul, Berman Nainggolan dan Herwan Pebriansyah mengingatkan jangan terlalu euforia dengan pergantian menteri keuangan karena persoalan pokok yang dihadapi rakyat belum terjawab.
Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menambahkan, diskusi pergantian menteri keuangan ini penting mengingat sebentar lagi ada pembahasan APBN 2027 di DPR. Ekonomi Indonesia perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, selain kepercayaan investor dan kesehatan keuangan negara, untuk stabilitas ekonomi dan peningkatan daya beli rakyat.






