Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

Aceh

Jalan Bertaburan Lubang Serta Membahayakan Pengendara, Aktivis Minta BPJN Aceh Memperbaiki

badge-check


					Jalan Bertaburan Lubang Serta Membahayakan Pengendara, Aktivis Minta BPJN Aceh Memperbaiki Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Jalan berlubang dan rusak mendominasi di jalur Provinsi Aceh – Sumut di Aceh Tenggara bakal membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.

Menjelang akhir tahun Badan jalan Nasional di Aceh Tenggara di sejumlah titik dari perbatasan Kutacane menghubungkan ke Sumatera Utara (Medan) bertaburan lubang sepanjang jalan. 

Selain itu juga kondisi jalan retak-retak, bergelombang ada di beberapa titik lokasi.

Kerusakan jalan seperti ini terlihat di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Ketambe, Kecamatan Badar, Desa Sabilussalam, Lawe Loning dan sekitarnya dalam Kecamatan Lawe Sigala -gala.

Lalu Desa  Lawe Dua dan sekitarnya Kecamatan Bukit Tusam serta di depan lapangan Ahmad Yani (Kota). 

Kemudian Kecamatan Semadam yakni Desa Kuning dan sekitarnya Kecamatan Bambel, Kota Kutacane Kecamatan Babussalam dan sejumlah titik lainnya di wilayah Satker PPK 35 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

“Setiap tahun dialokasikan anggaran miliaran untuk perawatan jalan Nasional di Aceh Tenggara. Namun, tak pernah tuntas diperbaiki,” kata Fikri, seorang Aktivis pada harianpaparazzi.com, Selasa (10/12/2024) 

Ia mengakui, perbaikan jalan setiap tahunnya terkesan asal-asalan dikerjakan, karena tak lama diperbaiki atau di patching rusak kembali.

Bukan hanya itu juga saluran parit juga tersumbat di sejumlah titik dan penggalian tak merata dan terkesan dipilah-pilah serta mencari lokasi yang mudah sehingga setiap musim penghujan jalan Nasional seperti kolam renang di lintasan jalan Nasional Kutacane- Medan. 

“Kami minta jalan Nasional di wilayah kerja PPK 35 BPJN Aceh sepanjang 72 kilometer harus diperhatikan kerusakan jalan dan saluran parit.” jelasnya. 

Misalnya, jalan berlubang, bergelombang, retak-retak buaya seperti Batu Dua Ratus dan sekitarnya, Desa Pasar Puntong Kecamatan Semadam dan Babul Makmur.

Fikri juga mengatakan, Saat ini kendaran dari luar daerah mulai ramai melintas ke Aceh Tenggara, karena memasuki liburan akhir tahun. 

Jadi, jalan-jalan dan rambu-rambu lalulintas agar terpajang di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas di daerah itu.

“Ini penting karena banyaknya kendaraan dari luar Aceh masuk ke Agara tentunya sangat penting rambu-rambu lalu lintas dan jalan diperbaiki,” Pintanya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agara Gelar Pemasangan KB Gratis dan Donor Darah

30 Agustus 2025 - 05:34 WIB

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Bulog Kuasai Pasar Beras: Stok Melimpah, Kualitas dan Harga Jadi Pertanyaan

27 Agustus 2025 - 14:53 WIB

Trending di Aceh