Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Jalan Bertaburan Lubang Serta Membahayakan Pengendara, Aktivis Minta BPJN Aceh Memperbaiki

badge-check

Jalan Bertaburan Lubang Serta Membahayakan Pengendara, Aktivis Minta BPJN Aceh Memperbaiki Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Jalan berlubang dan rusak mendominasi di jalur Provinsi Aceh – Sumut di Aceh Tenggara bakal membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.

Menjelang akhir tahun Badan jalan Nasional di Aceh Tenggara di sejumlah titik dari perbatasan Kutacane menghubungkan ke Sumatera Utara (Medan) bertaburan lubang sepanjang jalan. 

Selain itu juga kondisi jalan retak-retak, bergelombang ada di beberapa titik lokasi.

Kerusakan jalan seperti ini terlihat di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Ketambe, Kecamatan Badar, Desa Sabilussalam, Lawe Loning dan sekitarnya dalam Kecamatan Lawe Sigala -gala.

Lalu Desa  Lawe Dua dan sekitarnya Kecamatan Bukit Tusam serta di depan lapangan Ahmad Yani (Kota). 

Kemudian Kecamatan Semadam yakni Desa Kuning dan sekitarnya Kecamatan Bambel, Kota Kutacane Kecamatan Babussalam dan sejumlah titik lainnya di wilayah Satker PPK 35 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

“Setiap tahun dialokasikan anggaran miliaran untuk perawatan jalan Nasional di Aceh Tenggara. Namun, tak pernah tuntas diperbaiki,” kata Fikri, seorang Aktivis pada harianpaparazzi.com, Selasa (10/12/2024) 

Ia mengakui, perbaikan jalan setiap tahunnya terkesan asal-asalan dikerjakan, karena tak lama diperbaiki atau di patching rusak kembali.

Bukan hanya itu juga saluran parit juga tersumbat di sejumlah titik dan penggalian tak merata dan terkesan dipilah-pilah serta mencari lokasi yang mudah sehingga setiap musim penghujan jalan Nasional seperti kolam renang di lintasan jalan Nasional Kutacane- Medan. 

“Kami minta jalan Nasional di wilayah kerja PPK 35 BPJN Aceh sepanjang 72 kilometer harus diperhatikan kerusakan jalan dan saluran parit.” jelasnya. 

Misalnya, jalan berlubang, bergelombang, retak-retak buaya seperti Batu Dua Ratus dan sekitarnya, Desa Pasar Puntong Kecamatan Semadam dan Babul Makmur.

Fikri juga mengatakan, Saat ini kendaran dari luar daerah mulai ramai melintas ke Aceh Tenggara, karena memasuki liburan akhir tahun. 

Jadi, jalan-jalan dan rambu-rambu lalulintas agar terpajang di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas di daerah itu.

“Ini penting karena banyaknya kendaraan dari luar Aceh masuk ke Agara tentunya sangat penting rambu-rambu lalu lintas dan jalan diperbaiki,” Pintanya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

14 Juli 2026 - 12:38 WIB

Trending di Aceh