Menu

Mode Gelap
Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025 Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya

Aceh

Harga pangan di Kota Lhokseumawe relatif stabil, beras mengalami sedikit penurunan

badge-check


					Harga pangan di Kota Lhokseumawe relatif stabil, beras mengalami sedikit penurunan Perbesar

Harian Paparazi.com, Lhokseumawe – Harga kebutuhan pangan di pusat pasar kota Lhokseumawe relatif stabil, untuk beras sedikit mengalami penurunan harga, sementara harga cabe rawit terus mengalami kenaikan hingga tembus 60 ri bu rupiah perkilonya di tingkat pedagang eceran.

Alem salah seorang pedagang grosir di pasar inpres kepada wartawan Paparazi.com sabtu ( 14/09) kebutuhan menyebutkan kebutuhan pokok mengalami penurunan harga yakni beras medium dari 2 ratus 12 ribu rupiah menjadi 208 ribu rupiah.

Untuk Cabe Rawit dipusat pasar grosir tersebut masih stabil 40 ribu perkoligram, sedangkan pantauan waratwan harga cabe rawit tembus 60 ribu rupiah di tingkat pedagang eceran dipusat pasar Kota Panton Labu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, menjelaskan untuk jenis ikan segar hanya ikan Tuna mengalami penurunan dari 40 ribu menjadi 35 ribu rupiah perkilogram atau turun 12 persen,

Sedangkan kebutuhan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, daging sapi, daging sapi beku, telur ayam bawang, Ikan segar, susu, kacang kacangan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, masih relatif sama dengan harga sebelumnya.

Sementara itu, Pj Walikota Lhokseumawe, A Hanan SP. MM,mengungkapkan dari kestabilan harga kebutuhan pokok saat ini akan berdampak kepada inflasi. Karena itu perlu adanya kerja sama dengan daerah guna mengendalikan laju inflasi dari tahun ke tahun.

Program kerjasama ini sebutnya, (KAD). Sebuah program kerja sama pengendalian inflasi daerah, salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.

Lanjutnya, sektor utama yang perlu pengendalian, yaitu ketahanan pangan daerah, sektor perdagangan komoditas pertanian, pertanian, dan sektor lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Kami menjalin komunikasi dengan Kabupaten Pidie ini, karena Pidie salah satu penghasil beras dan bawang terbesar nomor 3 di Aceh,” ungkap A Hanan.

A Hanan juga menekankan pentingnya untuk meningkatkan produksi komoditas lokal, memperkuat distribusi pangan, serta memastikan ketersediaan barang-barang pokok di pasaran. Kerja sama ini juga salah satu langkah strategi dalam upaya saling memberikan dukungan potensial yang dimiliki oleh salah satu daerah bagi daerah lainnya yang bersifat menguntungkan.

Sementara itu ketika wartawan ingin memintai keterangan soal inflasi di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, Humas Bank Indonesia tidak memberikan jawaban.

Padahak Pihak Bank Indonesia salah satu Keanggotaan tim pengendal Inflasi daerah (TPID) salah satu instansi selain Biro Perekonomian, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Bulog, BUMD, serta pihak terkait lainnya yang mampu membuka jalan bagi sinergi koordinasi kebijakan dan kegiatan dalam kerangka stabilitas harga. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Belum Pulih, Ekonomi Aceh Tengah Terancam Lumpuh hingga Empat Tahun

11 Juni 2026 - 15:06 WIB

11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan

10 Juni 2026 - 17:51 WIB

Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA

9 Juni 2026 - 16:54 WIB

PHE NSO Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan, Siswa SMPN 6 Lhokseumawe Dilatih Kelola Sampah

9 Juni 2026 - 14:35 WIB

Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025

9 Juni 2026 - 11:27 WIB

Trending di Aceh