Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh

badge-check


					Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Warga Kecamatan Syamtalira Bayu, terutama di Gampong Balai, terus mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram yang mereka beli di pangkalan dan kios. Kenaikan harga yang tidak sesuai ketetapan pemerintah ini dinilai memberatkan rumah tangga miskin yang menjadi sasaran utama program subsidi.

Harga resmi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah adalah Rp18 ribu per tabung. Namun di lapangan, warga menyebut harga di pangkalan mencapai Rp20 ribu.

Sedangkan di kios-kios kecil beberapa Daerah melonjak hingga Rp 22-30 ribu. Kondisi ini berlangsung sejak lama dan dianggap sebagai bentuk lemahnya pengawasan distribusi.

Pantauan wartawan di Gampong Balai menunjukkan antrean warga di depan pangkalan LPG sejak. Meskipun pasokan baru tiba, tabung gas cepat habis dan tidak semua warga berhasil mendapatkan bagian. Ironisnya, kios-kios di sekitar desa justru tetap memiliki stok dengan harga lebih tinggi.

“Kadang kami sudah antre lama, tapi tetap tidak dapat. Katanya habis, tapi di kios masih banyak,” ujar seorang warga, Selasa (18/11/2025).

Selain masalah harga, warga juga menyoroti penyaluran gas subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran. Sejumlah rumah tangga mampu disebutkan ikut membeli dan menyimpan lebih dari satu tabung LPG 3 kg, sementara warga kurang mampu justru sering pulang dengan tangan kosong.

Regulasi Kementerian ESDM menegaskan bahwa LPG 3 kg diperuntukkan hanya bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun lemahnya pengawasan di tingkat pangkalan dinilai membuat aturan tersebut tidak berjalan optimal.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan dan jalur distribusi agar harga kembali sesuai HET serta subsidi tepat sasaran.

“Yang penting kami bisa beli sesuai harga resmi dan tidak sulit lagi dapat gas,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga tersebut.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh