Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Aceh

Dua Hari Tak Tampak, Tukang Becak di Lhokseumawe Ditemukan Meninggal di Rumahnya

badge-check


					Dua Hari Tak Tampak, Tukang Becak di Lhokseumawe Ditemukan Meninggal di Rumahnya Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Warga Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang tukang becak bernama Raswan (48) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri, Jumat pagi (1/8/2025), sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban ditemukan oleh adiknya, Rumadani (44), yang merasa curiga karena tidak melihat aktivitas sang kakak selama dua hari terakhir. Saat mencoba memanggil dari luar rumah namun tak mendapat jawaban, ia mencium bau tak sedap dan akhirnya mendobrak pintu rumah tersebut.

“Begitu masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar. Pihak keluarga dan warga kemudian menghubungi kami,” kata Kapolsek Banda Sakti, AKP Hanafiah, mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan.

Menurut salah satu kerabat korban, Sandi (44), terakhir kali Raswan terlihat pada Selasa malam (28/7), saat sempat berbincang dengannya. Sejak saat itu, ia tak pernah terlihat lagi hingga ditemukan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan polisi di lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan bahwa almarhum telah lama mengidap penyakit komplikasi.

“Keluarga menerima musibah ini sebagai takdir. Mereka membenarkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit menahun,” tambah Kapolsek.

AKP Hanafiah juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli dengan kondisi sekitar, terutama terhadap tetangga yang tinggal sendiri.

“Kepedulian sosial sangat penting. Jangan biarkan kesepian menjadi akhir yang sepi pula. Mari kita saling memperhatikan satu sama lain,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

133 JCH Aceh Tenggara Dilepas Menuju Tanah Suci

9 Mei 2026 - 22:38 WIB

APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah

9 Mei 2026 - 17:00 WIB

Kisruh Lahan Cot Girek Belum Usai, PTPN IV Masih Tunggu Pansus dan Langkah Hukum

8 Mei 2026 - 19:37 WIB

Postingan Facebook Anggota DPRA Picu Polemik di Aceh Timur, Satgas PPA Sesalkan Narasi yang Memperkeruh Suasana

6 Mei 2026 - 19:43 WIB

PNL Mengguncang Peta Pendidikan Vokasi: Prodi Akuntansi dan Administrasi Bisnis Raih Akreditasi Unggul

6 Mei 2026 - 14:44 WIB

Trending di Aceh