Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Aceh

Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf

badge-check


					Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia menjadi sorotan setelah ditemukan adanya belatung di tempat tidur salah satu pasien. Kejadian tersebut diakui pihak manajemen rumah sakit sebagai bentuk kelalaian petugas dan langsung mendapat perhatian serius dari pimpinan.

Saat ditemui oleh wartawan Harianpaparazzi.com, Kamis (2/10/2025). Direktur RSU Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menjelaskan bahwa kasus itu bermula dari padatnya jumlah pasien yang dirawat sehingga terjadi keterbatasan tempat tidur. Pasien yang sebelumnya ditempatkan di ruang penyakit dalam wanita harus dipindahkan karena ruangan sedang direnovasi.

“Bed pasien memang penuh, sehingga untuk sementara dipindahkan ke ruang isolasi IGD. Karena keterbatasan, petugas mengambil bed cadangan yang sudah lama tidak terpakai. Sayangnya, petugas tidak memeriksa dengan teliti hingga akhirnya pasien menemukan adanya belatung di bed tersebut,” ujar dr. Syarifah.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada petugas dan kepala ruangan yang bertanggung jawab. “Kami sudah evaluasi. Saat pasien melapor, sebenarnya sudah diusulkan pergantian bed, namun pasien memilih pulang atas permintaan sendiri. Meski begitu, kami tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelasnya.

Dr. Syarifah juga menegaskan bahwa keberadaan belatung memang tidak sampai membahayakan nyawa pasien, tetapi diakui sangat merusak kenyamanan dan tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan.

“Ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Rumah sakit memang gedungnya tua dan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Namun, kami berkomitmen agar standar pelayanan tetap sesuai SOP. Ke depan, kami pastikan hal serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini RSU Cut Meutia sedang melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dengan dukungan dana dari APBK maupun BLUD. Sejumlah proyek meliputi pembangunan ruang tunggu pasien, rehabilitasi kamar mandi, dan renovasi ruang rawat inap.

“Kami sedang berbenah. Tidak bisa sekaligus sempurna, tapi langkah-langkah perbaikan terus kami lakukan. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Bupati, DPRK, hingga Sekda. Kami berharap masyarakat mendukung proses pembenahan ini,” pungkasnya.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

P4S Nisam Kembangkan Cokelat Lokal Premium, Hadirkan Produk Sehat dari Kebun Sendiri

11 Mei 2026 - 17:11 WIB

Money Politik Bayangi Pemilihan Datok di Karang Baru

10 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satgas PPA Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Jalan Elak Aceh Timur ke kajati Aceh

10 Mei 2026 - 17:09 WIB

133 JCH Aceh Tenggara Dilepas Menuju Tanah Suci

9 Mei 2026 - 22:38 WIB

APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah

9 Mei 2026 - 17:00 WIB

Trending di Aceh