Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

badge-check


					Pindra Ramadani. (harianpaparazzi.com/dok) Perbesar

Pindra Ramadani. (harianpaparazzi.com/dok)

Aceh Tenggara, Harianpaparazzi.com – Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara beberapa bulan lalu mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.

Pindra Ramadani, warga Kecamatan Ketambe, menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah bekerja maksimal dalam penanganan bencana bagi masyarakat terdampak di sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikannya pada Rabu, (7/1/2026).

Ia mengapresiasi kinerja Pemkab Aceh Tenggara dalam menyalurkan bantuan sandang dan pangan kepada korban banjir.

“Saya akui pemerintah sudah sangat responsif dalam penanganan bencana banjir dan banjir bandang. Bantuan sandang dan pangan telah disalurkan dan tepat sasaran,” ujar Pindra.

Terkait pernyataan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh, Sabaruddin, yang menuding pemerintah daerah lamban dalam penanganan bencana, Pindra menilai hal tersebut tidak benar.

“Pernyataan Ketua IPMAT Banda Aceh yang menyudutkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara itu sangat keliru,” tegasnya.

Pindra juga menyesalkan sikap dan pernyataan Ketua IPMAT Banda Aceh yang dinilainya tidak disertai aksi nyata di lapangan.

“Menyudutkan pemerintah tanpa berbuat apa-apa, saya menduga pernyataan tersebut hanya untuk mencari panggung,” katanya.

Menurut Pindra, sejak awal bencana terjadi, unsur TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah hadir langsung membantu masyarakat terdampak banjir dan banjir bandang.

“TNI, Polri, dan pemerintah daerah sangat responsif membantu penanganan banjir. Sementara Ketua IPMAT Banda Aceh hanya melihat dari kejauhan dan justru menyudutkan pemerintah,” ujarnya.

Ia mempertanyakan kontribusi pihak-pihak yang mengkritik pemerintah daerah tanpa terlibat langsung dalam penanganan bencana.

“Sudah lebih dari satu bulan bencana melanda Aceh Tenggara. Apa yang sudah mereka perbuat untuk korban banjir?” tambahnya.

Selain penyaluran bantuan, Pindra menyebut pemerintah daerah juga berupaya membuka kembali akses desa yang sempat terputus akibat banjir agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan.

“Kami cukup puas dengan penanganan dari pemerintah daerah. Jika tidak membantu, setidaknya jangan mengambil keuntungan di atas bencana yang kami alami,” pungkasnya. (M Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Salim Fakhry Zoom Meeting dengan Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian

7 Januari 2026 - 14:46 WIB

Dugaan Pembohongan Publik PGE: Kompresor Tak Pernah Beroperasi, Aceh Utara Merugi Miliaran Rupiah

6 Januari 2026 - 22:01 WIB

Trending di Aceh