Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

CSR PEMA Diduga Mengalir ke Trisakti, Publik Desak KPK Segera Bertindak!

badge-check

CSR PEMA Diduga Mengalir ke Trisakti, Publik Desak KPK Segera Bertindak! Perbesar

BANDA ACEH, Harianpaparazzi.com – PT Pembangunan Aceh (PEMA) kembali menjadi sorotan tajam. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya mengalir untuk rakyat Aceh, justru diduga bocor keluar daerah. Lebih mengejutkan lagi, dana itu dipakai untuk mendukung acara Dies Natalis ke-60 Universitas Trisakti di Jakarta – kampus almamater Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur.

Dokumen pencairan senilai Rp20 juta sudah beredar luas. Di dalamnya, tercatat persetujuan dari jajaran direksi PEMA. Fakta ini memantik amarah publik: atas dasar apa uang rakyat Aceh dipakai untuk pesta ulang tahun kampus Jakarta? Apakah ini sekadar CSR atau modus halus gratifikasi terselubung?

Kecurigaan makin tajam karena jejak konflik kepentingan begitu gamblang. Mawardi Nur adalah alumni Trisakti. Publik pun menuding keras: dana CSR ini bukan lagi kepentingan rakyat Aceh, melainkan nostalgia pribadi sang direktur.

“CSR itu bukan celengan pribadi. Itu uang publik yang wajib kembali ke masyarakat Aceh. Kalau dialirkan ke luar daerah, apalagi untuk kampus pribadi direktur, ini sudah jelas aroma korupsi! KPK jangan tidur, segera turun tangan!” tegas Tri Nugroho Pengabean, Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Aceh.

Bukan sekali ini PEMA jadi sorotan. Di bawah kendali Mawardi Nur, publik sudah muak dengan jejak skandal: bonus jumbo untuk direksi, transaksi miliaran rupiah yang mencurigakan, hingga laporan ke PPATK dan KPK. Kini, kebocoran CSR ke Trisakti hanya menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan uang rakyat.

“Polanya terang benderang. Ada bonus, ada transaksi gelap, kini CSR dipakai untuk Dies Natalis. Ini bukan lagi salah urus, tapi dugaan sistematis menggerogoti uang rakyat Aceh. Kalau KPK masih diam, sama saja membiarkan perampokan berjamaah di tubuh PEMA,” kecamnya.

Sampai berita ini diturunkan, direksi PEMA bungkam. Tapi gelombang desakan publik kian membesar: KPK harus segera membuka penyelidikan, menelusuri aliran dana, dan memeriksa semua pihak yang terlibat. Rakyat Aceh tidak boleh lagi jadi korban kebocoran di perusahaan daerah yang seharusnya menjadi tumpuan ekonomi.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri

11 Okt 2026 - 10:38 WIB

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri

Hujan Deras Picu Genangan di Gampong Selebu Aceh Tamiang, Ketinggian Air Capai Betis Orang Dewasa

11 Okt 2026 - 09:23 WIB

Hujan Deras Picu Genangan di Gampong Selebu Aceh Tamiang, Ketinggian Air Capai Betis Orang Dewasa

Rumah Bantuan Diduga Mangkrak Sejak 2025, Ke Mana Ujung Program Pemerintah Aceh?

9 Okt 2026 - 18:01 WIB

Rumah Bantuan Diduga Mangkrak Sejak 2025, Ke Mana Ujung Program Pemerintah Aceh?

Lantik 48 Keuchik, Wali Kota Lhokseumawe Instruksikan Perang terhadap Narkoba dan Judi Online

9 Okt 2026 - 15:38 WIB

Lantik 48 Keuchik, Wali Kota Lhokseumawe Instruksikan Perang terhadap Narkoba dan Judi Online

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM

7 Okt 2026 - 21:26 WIB

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM
Trending di Aceh