Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

Cegah Korban Lebih Banyak Lagi, Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda Desak OJK Audit Sistem BSI

badge-check


					Kantor Bank BSI Cabang Kutacane. Perbesar

Kantor Bank BSI Cabang Kutacane.

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Ketua aliansi Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera melakukan audit terhadap sistem perbankan di Indonesia, menyusul laporan dana hilang di rekening salah satu nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Kasus serupa sering terjadi, menunjukkan sistem teknologi informasi perbankan di Indonesia masih lemah,” kata Dahrinsyah saat dihubungi harianpaparazzi.com, Senin (17/11/2025). 

Menurut Dahrin, sistem teknologi informasi perbankan yang lemah akan sangat berbahaya bagi perlindungan konsumen dan industri perbankan sendiri. Konsumen akan dirugikan bila dana di rekeningnya hilang, sedangkan industri perbankan akan kehilangan kepercayaan nasabah.

Terkait dengan dana nasabah BSI yang hilang di rekeningnya sebanyak Rp92,2 juta, Dahrin mengatakan pihak bank harus mengganti seluruh dana yang hilang itu, bila nasabah memang memiliki alibi tidak melakukan transaksi perbankan.

“BSI harus melakukan investigasi atas kejadian tersebut dan menjamin sistem teknologi informasinya tidak mudah dibobol sehingga tidak akan memakan korban lain,” tuturnya.

Sebelumnya, dana puluhan juta pemilik salah satu nasabah BSI Cabang Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, hilang dari rekeningnya secara misterius. Dana yang hilang bervariasi antara Rp17 juta, Rp900 ribu hingga Rp18 juta.

Kepala Cabang BSI cabang Kutacane, Khairul Fahmi mengatakan, pihaknya masih menunggu regent wilayah.

“Sudah diambil alih oleh wilayah yang menaungi BSI Kutacane, dimana pihak BSI Cabang tunduk pada wilayah,” ujarnya kepada harianpaparazzi.com, via whatsapp Selasa (18/11/2025). 

Pihak bank tidak tau aliran dana rekening nasabah tersebut, dimana pihak Bank BSI juga menyalahkan nasabah telah mendownload aplikasi yang tidak diketahui resmi apa tidaknya. 

Akan tetapi pihak bank BSI tidak bisa memberikan penjelasan lebih banyak lagi tentang duit nasabah yang hilang, dikarenakan masih menunggu keputusan dari wilayah. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Trending di Aceh