Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

News

BNPP Gagas “Jembatan Laut”, Natuna Siap Jadi Gerbang Ekonomi Perikanan Indonesia ke Pasar Tiongkok

badge-check


					BNPP Gagas “Jembatan Laut”, Natuna Siap Jadi Gerbang Ekonomi Perikanan Indonesia ke Pasar Tiongkok Perbesar

JAKARTA, harianpaparazzi.com – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar diskusi bertajuk “Hilirisasi Perikanan Natuna ZEE dan ZTE” pada Selasa (9/7/2025) di Kantor BNPP Jakarta.

Diskusi ini membahas transformasi Natuna dari wilayah perbatasan menjadi pusat ekonomi biru yang menghubungkan Indonesia dengan pasar China dan Asia Timur.

Rapat dipimpin Dr. Nurdin, M.Si selaku Deputi 1 Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI ini membahas strategi komprehensif pemanfaatan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna yang selama ini belum optimal dimanfaatkan karena keterbatasan teknologi dan infrastruktur.

Kawasan ZEE Natuna yang strategis di jalur ALKI I & II memiliki potensi perikanan tangkap yang besar di WPP-RI, namun mayoritas dimanfaatkan oleh kapal asing.

Program ambisius ini mencakup pengadaan kapal modern berukuran besar dengan fasilitas processing on board, pembangunan cold storage dan pabrik pengolahan ekspor, serta pengembangan Pelabuhan Selat Lampa sebagai hub ekspor langsung ke China.

Skema kerjasama ini melibatkan flag of convenience dengan mitra China untuk efisiensi operasional dan akses pasar.

“Program Ekonomi biru perbatasan menjadi tonggak penting transformasi wilayah perbatasan Indonesia model yang dapat direplikasi dari Sabang hingga Merauke. Melalui prinsip collaborative governance, kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Nurdin, M.Si, Deputi 1 BNPP RI.

Prof. Dr. Martani Huseini, Founder OVOI Indonesia dan Guru Besar FIA UI, menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

“Kesejahteraan masyarakat harus dicapai melalui inovasi desa yang menjadikan wilayah perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, bukan hanya garda depan kedaulatan,” tegas Prof. Martani.

Menurut Dr. Nurdin, BNPP saat ini mengelola banyak PLBN di seluruh Indonesia, termasuk PLBN kategori laut yaitu PLBN Serasan di Natuna.

PLBN bukan hanya berfungsi sebagai pos pemeriksaan, tetapi sebagai gerbang ekonomi yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga secara langsung.

Dr. Rahtika Diana, M.Si, Founder Beyond Borders Indonesia dan Co-Founder OVOI Indonesia, menyoroti potensi besar ekonomi biru di wilayah perbatasan.

“Natuna memiliki keunggulan strategis sebagai gateway ekonomi biru Indonesia-China. Dengan komoditas unggulan perikanan wilayah ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi maritim nasional,” papar Dr. Diana.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Prof. Dr. Maman Hermawan M.Sc (Guru Besar Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta), Laksda TNI (Purn.) Ignatius Dadiek Surarto, Dr. Joni Haryadi, M.Sc (Kepala Balai Riset Budidaya Ikan Hias KKP), Hendra Sugandhi (Direktur Pengembangan Kemitraan dan Akses Pasar MPHPI, dan Dr. Titi Widaningsih (Akademisi).

Program “Natuna: Gateway Blue Economy Indonesia-China” diharapkan menjadi model “Borderland-Based Blue Diplomacy” yang dapat direplikasi di wilayah perbatasan lain seperti Morotai dan Saumlaki.

Dengan dukungan infrastruktur PLBN Serasan dan Pelabuhan Selat Lampa, Natuna berpotensi menjadi zona ekonomi perbatasan berbasis laut pertama di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bantuan Tepat Sasaran Kodim 0208/Asahan Tuai Apresiasi dari Masyarakat Agam

22 Desember 2025 - 11:50 WIB

FWK : Pejabat Jangan Antikritik, Pers Selalu Hadir Untuk Kepentingan Publik

21 Desember 2025 - 09:58 WIB

INALUM Sambut HUT Ke-50 dengan Program Pasar Murah di Belasan Titik Sumatra Utara

19 Desember 2025 - 16:09 WIB

Trending di News