Menu

Mode Gelap
Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah Empat Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditahan di Rutan Militer Berkeamanan Tinggi Satgas PPA Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran KPU dan BUMD PT. Wajar Corpora ke Kejari Aceh Timur

Aceh

Barisan Sepuluh Pemuda Minta Kakanwil Kemenkumham Aceh Copot Plh Kalapas dan KPLP

badge-check


					Ketua Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah. Perbesar

Ketua Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah.

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Berbagai pihak terus menyoroti kinerja Plh Kepala Lapas kelas II B Kutacane dan Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). 

Polemik keluar masuknya dugaan peredaran narkoba di lapas kelas II B menjadi sorotan publik. Selain itu, handphone di dalam lapas bebas digunakan oleh para narapidana, hal ini menjadi catatan buruk atas kinerja pihak lapas dalam pengawasan.

Seperti halnya terjadi di dalam kamar dua dan empat, masih terdapat napi menggunakan handphone. Kemudian yang anehnya, saat ini ada narapidana yang mendekam di kamar pengasingan (Kamsing) akibat kedapatan memakai narkoba jenis sabu. Hal ini menunjukkan kuat dugaan peredaran narkoba di dalam lapas kelas II B Kutacane. 

“Kami menduga kuat, bahwa pengawasan dan pengamanan kurang ketat dilakukan pihak lapas kelas II B Kutacane, sehingga masih ada napi menggunakan handphone dan memakai narkoba di dalam lapas. Buktinya, napi masih ada ditemukan memakai narkoba sehingga saat ini masuk ke kamar pengasingan (Kamsing), kata Ketua Barisan Sepuluh Pemuda, Dahriansyah, kepada harianpaparazzi.com, Sabtu (25/01/2025).

Ia menyebutkan, beberapa hari lalu ada pernyataan dari pihak lapas di media, bahwa setiap minggu dilakukan razia blok terhadap para narapidana.

“Jika benar-benar dilakukan razia, kenapa handphone masih leluasa digunakan napi di dalam lapas dan napi masuk ke kamar Kamsing, ini menjadi pertanyaan publik?,” tambahnya.

Sehingga dugaan kuat transaksi narkoba di dalam lapas sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan buruknya kinerja Kepala Kesatuan pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), ucap Dahriansyah.

Dahriansyah meminta kepada kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh untuk dapat mengevaluasi kinerja Plh kepala lapas kelas II B Kutacane yang kami anggap berkinerja buruk dan lalai dalam pengawasan dan pengamanan di dalam lapas sehingga masih terdapat napi menggunakan handphone dan narkoba.

“Jangan-jangan narkoba masuk di dalam lapas tidak ada pengawasan dan pengamanan dari pihak terkait. 

Dahriansyah mengaku, apabila Plh Kepala Lapas kelas II B Kutacane belum juga dievaluasi, dengan berat hati demi menyelamatkan generasi muda akan bahaya narkoba.

“Sepuluh Pemuda akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Lapas kelas II B Kutacane. Hal ini sering kami pantau, kelalaian pihak lapas dan lemah pengawasan di dalam lapas tidak bisa ditoleransi, secepatnya kami akan demonstrasi,” tutup Dahrinsyah. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Pantai Dona Ditargetkan Rampung Agustus 2026

4 April 2026 - 12:33 WIB

Manajemen RSU Cut Meutia Beri Jawaban Terkait Kritik Pelayanan: ‘Semua Berjalan Sesuai SOP, Bukan Asal Jadwal’

3 April 2026 - 20:00 WIB

Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

2 April 2026 - 19:14 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak

2 April 2026 - 09:05 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Aceh Tengah, Sejumlah Desa Sempat Terisolir

2 April 2026 - 08:59 WIB

Trending di Aceh