Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Aceh

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit

badge-check


					Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Korban banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih menjerit menunggu bantuan, meski data penerima disebut telah lama rampung.

Di lapangan, kebutuhan hidup warga kian mendesak. Bantuan yang dijanjikan berupa uang jadup sebesar 15 ribu rupiah per kepala keluarga, bantuan perabot 3 juta rupiah, serta dana pemulihan ekonomi 5 juta rupiah, belum juga dirasakan masyarakat. Padahal, ratusan kepala keluarga telah masuk dalam kategori terdampak, baik rusak ringan, sedang hingga berat. Sebagian warga bahkan masih bertahan di hunian sementara, dengan kondisi ekonomi yang belum pulih sejak banjir melanda beberapa bulan lalu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pencairan bantuan masih menunggu penyelesaian verifikasi secara menyeluruh di seluruh kecamatan. Sementara itu, pihak desa berharap pemerintah dapat mendahulukan wilayah yang datanya telah selesai lebih dulu. Harapan ini muncul karena proses verifikasi awal oleh BNPB disebut telah diserahkan sejak 10 Maret, namun hingga kini belum diikuti dengan realisasi bantuan.

Foto: Plt Geuchik Ulee Rubek Timu kecamatan Seunuddon Sufrizal, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai lambat nya penyaluran bantuan kepada korban banjir.

Plt Geuchik Ulee Rubek Timur, Sufrizal, Jumat (21/03), mengatakan hingga saat ini bantuan belum juga disalurkan dan belum ada kepastian waktu pencairan. Ia menyebut, data korban banjir bahkan telah disampaikan sejak Desember 2025. “Kami sudah menyerahkan hasil verval, termasuk data rumah rusak dan sektor lainnya. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan, apakah kendalanya di tingkat kecamatan atau kabupaten,” ujarnya. Kondisi ini membuat warga terus menunggu, di tengah kebutuhan yang tak lagi bisa ditunda. (FIRDAUS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

P4S Nisam Kembangkan Cokelat Lokal Premium, Hadirkan Produk Sehat dari Kebun Sendiri

11 Mei 2026 - 17:11 WIB

Money Politik Bayangi Pemilihan Datok di Karang Baru

10 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satgas PPA Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Jalan Elak Aceh Timur ke kajati Aceh

10 Mei 2026 - 17:09 WIB

133 JCH Aceh Tenggara Dilepas Menuju Tanah Suci

9 Mei 2026 - 22:38 WIB

APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah

9 Mei 2026 - 17:00 WIB

Trending di Aceh