Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Antrian Pembuatan SKCK PPPK Paruh Waktu Terpantau Tertib dan Kondusif di Polres Aceh Tenggara

badge-check


Antrian Pembuatan SKCK PPPK Paruh Waktu Terpantau Tertib dan Kondusif di Polres Aceh Tenggara Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Jumlah pemohon pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Aceh Tenggara membludak di ruang Intelkam. Pemohon didominasi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Pembuatan surat SKCK terjadi karena Pemkab Aceh Tenggara akan mengangkat sebanyak 2.628 tenaga honorer lingkungan Pemkab Aceh Tenggara menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Para pemohon nampak mengantri di loket layanan sejak pagi. Mereka rela antri cukup lama, karena dokumen SKCK menjadi salah satu syarat administrasi untuk penetapan Nomor Induk.

Kapolres Aceh Tenggara Yulhendri, melalui Kasat Intelkam Iptu Sa’id Iskandar mengatakan, lonjakan pemohon SKCK kali ini meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.

“Terhitung mulai jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB, tercatat kurang lebih mencapai sebanyak 300 pemohon perhari,” ujar Sa’id Iskandar kepada harianpaparazzi.com , Rabu (17/9/2025).

Iptu Sa’id Iskandar menjelaskan, lonjakan drastis pemohon SKCK itu terjadi sejak Jumat (12/09/2025) yang tercatat hingga hari ini mencapai 2.490 orang yang telah di keluarkan SKCK.

Menurut Sa’id, kondisi ini berbeda dengan hari biasanya. “Padahal saat hari-hari biasa, sekitar 10 hingga 30 pemohon per hari. Sehingga, ini ada peningkatan mencapai 300 orang pemohon SKCK,” tuturnya.

Lonjakan pembuatan SKCK diperkirakan akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Polres Aceh Tenggara telah menyiapkan personel dan fasilitas pelayanan secara maksimal, khusus bagi pemohon disabilitas dan ibu hamil di prioritaskan tampa jalur antrian.

“Personel kami telah siap dan sigap dengan lonjakan pembuatan SKCK tersebut. Meski terjadi antrean, namun semuanya terlayani dengan baik,” tambahnya.

Untuk persyaratan pembuatan SKCK sendiri. Pemohon cukup membawa Barcode dari hasil daftar online (Polri Presisi), “Terkait biaya pembuatan SKCK, sesuai dengan ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yakni sebesar Rp 30.000,” pungkasnya.

Tanggapan salah satu masyarakat yang telah menerima SKCK, Riduan mengatakan, kami cukup puas dengan pelayanan yang di berikan oleh pihak kepolisian, walaupun harus antrian panjang, saya memaklumi kondisi saat ini, ujarnya

Harapan Riduan untuk pelayanan SKCK di Polres Aceh Tenggara. Semoga semakin lebih baik lagi, “Dengan inipun saya sudah merasa cukup puas atas pelayanan pembuatan SKCK Polres Aceh Tenggara,” tegasnya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Rillia Hartuti

    Informasi yang sangat membantu 🙏🏻

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana Aceh Tertahan Administrasi, Satgas Diminta Tunggu Kejelasan

22 Februari 2026 - 09:54 WIB

Trending di Aceh