Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

“Teri Lhokseumawe: Dari Laut ke Meja, Kini Saatnya Mengemas Harapan Baru”

badge-check

“Teri Lhokseumawe: Dari Laut ke Meja, Kini Saatnya Mengemas Harapan Baru” Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com || Di bawah terik matahari pesisir Banda Sakti, sekelompok perempuan paruh baya tampak sibuk memilah ikan teri. Jemari mereka cekatan, aroma laut masih melekat kuat di pakaian. Sudah bertahun-tahun mereka hidup dari hasil laut ini. Namun, ada satu hal yang selalu membuat dada mereka sesak: harga jual yang tak pernah sebanding dengan jerih payah mereka.

Ironisnya, saat produk-produk olahan teri berlabel cantik beredar di supermarket kota, mereka hanya bisa menatap dengan getir. “Itu dari Lhokseumawe juga, tapi bukan kami yang mengolah, bukan kami yang untung,” bisik seorang ibu sambil menahan air mata.

Setelah sekian lama terpinggirkan dalam rantai nilai ekonomi, kini harapan baru mulai menyapa pelaku usaha kecil di Lhokseumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP), Dinas Perindustrian dan UMKM, serta Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), baru saja menutup pelatihan peningkatan mutu hasil olahan ikan teri.

Selama dua hari, tujuh kelompok usaha dari Kecamatan Banda Sakti diajarkan mulai dari pengolahan higienis, teknik pengemasan menarik, hingga strategi digital marketing. Lokasi pelatihan di Gedung Tgk. M. Hasbi As-Shidieqy, menjadi saksi lahirnya semangat baru.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, dalam sambutannya membuka kenyataan pahit yang selama ini dihadapi warganya.

“Teri dari laut kita justru diolah oleh daerah lain, dikemas dengan merek luar, lalu kembali ke sini dengan harga mahal. Ini ironi yang harus kita akhiri,” tegasnya.

Bagi Sayuti, persoalan ini bukan semata soal bisnis. Ini soal harga diri masyarakat pesisir.

“Kita ingin Lhokseumawe dikenal bukan hanya sebagai penghasil bahan baku, tapi juga sebagai produsen produk olahan berkualitas,” tambahnya.

Ibu Nurhayati, salah satu peserta dari Gampong Hagu Teungoh, tak bisa menyembunyikan senyumnya saat menunjukkan kemasan baru hasil pelatihan. “Dulu cuma pakai plastik kiloan, sekarang sudah belajar pakai kemasan ziplock, ada labelnya, ada nomor izin,” ujarnya bangga.

Tak hanya Nurhayati, Pak Saiful, pelaku usaha pengeringan ikan, mengaku baru paham pentingnya branding setelah ikut sesi digital marketing.

“Saya pikir jualan itu ya cukup di pasar. Ternyata sekarang orang banyak beli lewat online. Saya mau coba masuk ke marketplace lokal,” katanya dengan mata berbinar.

Sentuhan Sosial dan Ekonomi (Lapisan Multi Kontekstual):
Plt Kepala DKPPP, Cut Elya Safitri, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju kemandirian ekonomi.

“Kami ingin membangun ekosistem perikanan dari hulu ke hilir. Masyarakat tak hanya memproduksi, tapi juga paham soal kualitas, legalitas, dan pemasaran digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua FORIKAN, Ny. Yulinda Sayuti, mengajak semua pihak untuk terus berinovasi.

“Jangan berhenti di sini. Buat varian baru, tampilkan keunikan produk kita. Ini tentang mengangkat identitas Lhokseumawe,” pesannya.

Kini, di sudut-sudut kampung nelayan Lhokseumawe, semangat baru mulai tumbuh. Di balik wajan penggorengan teri dan tumpukan plastik kemasan, tersimpan harapan besar: agar hasil laut mereka tak lagi hanya dihargai sebagai komoditas mentah, tapi sebagai produk jadi yang layak bersaing, bahkan mendunia.

“Kami ingin anak-anak kami bangga menyebut, teri dari Lhokseumawe ini… buatan kami, dari tangan kami sendiri,” kata Ibu Nurhayati, sambil melipat label baru hasil kreasinya. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Muhammad Imam Abiyyu Persembahkan Dua Medali Perak untuk PNL di Ajang PORSENI XV

27 Juli 2026 - 23:30 WIB

Setahun Disidik, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Pembayaran BLT Gampong Blang Majron Berakhir SP3, Temuan Audit Rp107,8 Juta Jadi Sorotan

25 Juli 2026 - 19:59 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Trending di Aceh