Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah

badge-check

Mengayun Komando, Menyulam Kedekatan: Harapan Baru dari Siwah Perbesar

Lhoksukon, Harianpaprazzi – Langit Lhoksukon belum sepenuhnya siang saat barisan pasukan tempur berdiri tegak di halaman Markas Brigif 25/Siwah. Suara doa dari mulut ulama karismatik Aceh, Waled Muzakir Lapang, menyatu dalam sejuknya udara desa Blang Aman. Di tengah hening dan khidmat itu, seorang perwira muda dengan senyum tenang melangkah pasti, Lekol Inf. DR. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P, resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Brigif 25/Siwah, menggantikan Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.

Sebuah Awal dalam Doa
Dalam adat Aceh, pemimpin baru tidak sekadar dikenalkan, tapi “ditepungtawari”. Alunan doa dan ayat suci mengiringi jabatan baru Dimar Bahtera. Peusijuk dari ulama bukan sekadar seremoni—ia simbol penerimaan spiritual dan sosial dari bumi Serambi Mekkah.

“Sayangi kami seperti anak sendiri. Kami akan hadir, membantu, tanpa pamrih. Jika ada yang salah dari prajurit kami, tolong tegur. Karena Aceh adalah titipan,” ujar Dimar dengan nada penuh empati dan rendah hati.

Antara Seragam Tempur dan Goresan Ilmu
Tidak banyak komandan batalion yang mampu menyeimbangkan lapangan dengan akademik. Tapi Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, melihat sesuatu yang lain dalam sosok Dimar Bahtera.

“Beliau punya gelar doktor, namun tetap ada di medan dan dekat dengan pasukan. Ini bukan sekadar pangkat, ini kepemimpinan modern,” ujarnya mengagumi.

Komando dengan Wajah Kemanusiaan
Dengan gaya kepemimpinan khasnya, Dimar membentangkan pandangannya tentang peran TNI: bukan dominan, tapi totalitas membantu rakyat. Ia menolak dikotomi “militer-sipil” yang selama ini membayangi Aceh pasca-konflik.

“Kalau masyarakat lelah, panggil kami. Kalau mencangkul pun tak kuat, biar kami yang mencangkul. Kami bukan dominasi, kami cadangan terakhir bagi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyadari betul nilai budaya dan religi masyarakat Aceh. Maka ia berkomitmen menjadikan Syariat Islam bukan hanya dihormati, tapi dihayati sebagai cara hidup di lingkungan Brigif.

Aceh memiliki tiga Batalyon Infanteri di bawah Brigif RK 25/Siwah: Raider 111/Karma Bhakti, Raider 113/Jaya Sakti, dan Raider 114/Satria Musara. Di tengah meningkatnya jumlah pasukan, banyak pihak memandang ada “dominasi militer”. Namun Dimar mengajak melihat dari sisi lain.

“TNI itu alat negara. Kami ada untuk memperkuat, bukan mengambil alih. Kami di sini untuk menjahit kembali apa yang pernah robek, dengan hormat, bukan kekuatan.”

Dengan latar akademik yang tak biasa untuk seorang prajurit tempur, Dimar Bahtera datang bukan membawa strategi perang, tapi peta harapan. Di tengah bayang-bayang sejarah konflik dan keraguan terhadap militer, ia datang membawa sentuhan baru: mengubah kekuatan menjadi perlindungan, dan komando menjadi pengabdian. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

24 Sep 2026 - 14:09 WIB

FPRMI Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

22 Sep 2026 - 20:14 WIB

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt

22 Sep 2026 - 19:36 WIB

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Gudang Bulog: Kewenangan Pusat untuk Menjawab

21 Sep 2026 - 14:55 WIB

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Gudang Bulog: Kewenangan Pusat untuk Menjawab

Bupati Aceh Utara Resmikan RS Diana Medical Center, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Wilayah Timur

21 Sep 2026 - 13:44 WIB

Bupati Aceh Utara Resmikan RS Diana Medical Center, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Wilayah Timur
Trending di Aceh