ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana hidrometeorologi. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayahwa, Minggu (1/11/2026) malam, mengumumkan daftar nama gampong yang masuk dalam alokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat korban bencana dengan kategori rumah rusak berat.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan pengumuman tersebut disampaikan secara terbuka melalui siaran langsung akun TikTok pribadi Bupati Aceh Utara, @ismailajalil. Selanjutnya, informasi tersebut akan disebarluaskan melalui berbagai platform media massa, media daring, serta radio pada Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, data gampong yang telah diumumkan Ayahwa sudah melalui proses verifikasi faktual. Masyarakat yang masuk dalam daftar calon penerima bantuan dengan skema insitu diminta segera mempersiapkan lahan pembangunan Huntap di atas tanah milik penerima. Sementara itu, untuk skema komunal, lahan pembangunan akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Ayahwa juga meminta masyarakat mempersiapkan lokasi pembangunan di sekitar tempat tinggal semula, sepanjang memenuhi ketentuan teknis. Secara keseluruhan, rencana pembangunan Huntap di Kabupaten Aceh Utara mencapai lebih dari 8.300 unit.
Guna mempercepat realisasi pembangunan, Ayahwa telah melakukan koordinasi dengan perusahaan inventor atau pengembang yang berpengalaman, memenuhi kualifikasi, serta telah melalui proses verifikasi. Selain itu, pemerintah juga melibatkan aplikator dari perusahaan lokal dengan mengarahkan pelaksanaan pembangunan agar mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal asal Aceh.
“Secara khusus, Ayahwa mengimbau para utoh atau tukang bangunan agar tidak merantau terlebih dahulu dan bersiap ikut mengambil bagian dalam pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat. Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan sangat besar seiring dimulainya pembangunan Huntap secara bertahap,” ujar Muntasir.
Ia menambahkan, data gampong yang telah diumumkan akan segera disampaikan kepada masing-masing geuchik untuk diteruskan kepada masyarakat. Geuchik bersama aparatur gampong juga diminta segera melakukan survei lokasi berdasarkan data penerima bantuan agar persiapan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.
Selain mempercepat pembangunan hunian, Ayahwa turut mengingatkan seluruh pedagang dan penyedia material bangunan agar menjual bahan kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah sesuai harga standar. Ia meminta agar tidak ada pihak yang memanfaatkan meningkatnya permintaan material untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Bahan baku seperti bata dan batako, silakan diproduksi oleh masyarakat agar produk lokal ikut berkembang. Begitu juga bata kuning, pasir dan batu. Jangan sampai ada toko yang menaikkan harga. Harga harus tetap stabil,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan masyarakat, Ayahwa turut menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto, Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera H. Tito Karnavian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.
Ia menegaskan, daftar yang diumumkan pada Minggu malam tersebut merupakan tahap awal. Kecamatan dan gampong yang belum masuk dalam pengumuman sebagai penerima bantuan, baik kategori rumah rusak berat, sedang, maupun ringan, termasuk berbagai jenis bantuan lainnya, akan diumumkan pada tahap selanjutnya.
“Bagi kecamatan dan gampong yang belum diumumkan sebagai penerima bantuan pada pengumuman tadi malam, baik kategori rumah rusak berat, sedang, maupun ringan serta berbagai jenis bantuan lainnya, akan diumumkan oleh Ayahwa pada tahap selanjutnya,” tutup Muntasir.
DAFTAR KECAMATAN DAN GAMPONG PENERIMA ALOKASI PEMBANGUNAN HUNTAP KATEGORI RUSAK BERAT
Berikut daftar kecamatan dan gampong yang masuk dalam alokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat korban bencana kategori rumah rusak berat:
1. Kecamatan Lhoksukon
Abeuk Leupon, Keutapang, Dayah LB, Alue Mudem, Meunasah Tutong, Pante, Alue Drien LB, Cot Ara, Cot U Sibak, Blang Aman, Nga Matang Ubi, Meunasah Nga LB, Beuringen LB, Bintang Hu dan Seuneubok Dalam.
2. Kecamatan Samudera
Gampong Blang Peuria, Keude Geudong, Tanjong Mesjid, Gampong Baro, Meucat, Tanjong Kleng, Paya Terbang, Krueng Mate, Teungoh, Sawang, Blang Nibong dan Beuringen.
3. Kecamatan Meurah Mulia
Gampong Beuringen, Tualang, Teungoh Reuba, Meuria Bluek, Ranto, Lubok Tuwe, Rheng Bluek dan Baree Blang.
4. Kecamatan Syamtalira Bayu
Gampong Baro Kulam Gajah, Punti, Alue Majron, Bale, Meunasah Beunot, Blang Awe, Blang Bayu, Blang Sereukuy, Bungong, Dayah Baro, Dayah Tuha, Keude Bayu, Lancok dan Nibong.
5. Kecamatan Tanah Jambo Aye
Gampong Matang Drien, Alue Ie Mirah, Buket Bate Badan, Buket Alue Ie Puteh, Matang Santot, Matang Jurong, Matang Raya, Lhok Redeup, Rawa Itek, Geulumpang Umpueng Unoe, Ulee Gle, Biram Rayeuk, Kota Panton Labu, Matang Maneh, Cempedak, Ranto Panyang, Buket Jrat Manyang, Matang Arongan, Pucok Alue, Samakurok, Tanjong Ara, Matang Serdang, Biara Barat, Buket Padang, Cot Biek, Lhok Beuringen, Lhokmeruboe, Lueng Tuha, Matang Seuke Pulot, Matang Teungoh-Teungoh, Tanjong Meujee, Teupin Gajah, Tanjong Meunuang dan Tanjong Dalam Utara.
6. Kecamatan Dewantara
Gampong Bangka Jaya, Keude Krueng Geukueh, Geulumpang Sulu Barat, Bluka Teubai, Pulo Rungkom, Ulee Pulo, Paloh Gadeng, Geulumpang Sulu Timu, Lancang Barat dan Ulee Reuleung.
7. Kecamatan Tanah Pasir
Gampong Blang, Pande, Teupin Gapeuh dan Gampong Cangguek.
8. Kecamatan Pirak Timu
Alue Bungkoh, Rayeuk Pange, Teupin U dan Meunye Tujoh.
9. Kecamatan Matangkuli
Alue Euntok, Gampong Siren, Tanjong Haji Muda dan Teungoh Glumpang VII.
10. Kecamatan Lapang
Tanjong Dama, Matang Tunong, Keude Lapang, Kuala Keureutou dan Kuala Cangkoi.
11. Kecamatan Nibong
Gampong Seuleunyok, Tanjong Putoh, Alue Ie Mirah, Maddi, Alue Ngom, Ranto, Teupin Jok dan Meunye Lhee.
12. Kecamatan Baktiya
Matang Pineung, Cot Ara, Alue Dama, Tanjong Glumpang, Matang Linya, Rambong Dalam, Buket Dara Baro, Alue Bili Geulumpang, Alue Keutapang, Alue Geudong, Ujong Dama, Matang Kumbang, Cot Kumbang, Cot Manyang, Cot Ulaya, Matang Lawang, Matang Raya Barat, Matang Baro, Glumpang Bungkok, Arongan Lise, Mns. Alue Ie Puteh, Keude Alue Ie Puteh, Alue Anoe Timu, Lhok Setuy, Glp. Samlakoe, Lueng Bata, Keude Meunjee IV, Cot Mane, Alue Jamok, Alue Buya, Matang Reuduep, Mon Sukon, Alue Serdang, Matang Kareung, Matang Rawa, Alue Rambong, Alue Bili Rayeuk, Pucok Alue, Geulumpang Payong, Alue Ie Tarek, Alue Anoe Barat, Matang Manyam, Matang Karueng, Matang Cut, Matang Manyang dan Keude Panteu Breuh.
13. Kecamatan Langkahan
Gampong Alue Dua, Alue Krak Kayee, Bantayan, Buket Linteung, Cot Bada, Geudumbak, Gampong Blang, Krueng Lingka, Langkahan, Leubok Mane, Lubok Pusaka, Matang Keutapang, Matang Rubek, Matang Teungoh Selatan, Meunasah Blang, Padang Meuria, Pante Gaki Bale, Paya Tukai, Rumoh Rayeuk, Seureuke, Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan dan Tanjong Jawa.
14. Kecamatan Muara Batu
Gampong Keude Bungkaih, Keude Mane, Panigah, Meunasah Lhoek, Meunasah Drang, Pinto Makmur, Tumpok Beurandang, Pante Gurah, Teupin Banja, Kambam, Reuleut Barat, Paloh Awe, Mane Tunong, Cot Seurani, Paloh Raya, Ulee Madon, Meunasah Baro, Reuleut Timur dan Meunasah Pinto.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berkomitmen mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar masyarakat terdampak dapat kembali menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Advertorial | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara





