Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

News

BKKBN: Program Bangga Kencana Wujudkan Generasi Berkualitas

badge-check


					BKKBN: Program Bangga Kencana Wujudkan Generasi Berkualitas Perbesar

TANAH DATAR, harianpaparazzi.com — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja TA 2024 di Provinsi Sumatera Barat.

Sosialisasi yang digelar bersama Komisi IX DPR RI ini berlangsung di Gedung Serbaguna Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Kepala Tim Advokasi, KIE, Humas, dan Hubungan Antar Lembaga Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Rismiati mengatakan, program Bangga Kencana penting dilakukan untuk mewujudkan generasi berkualitas.

“Generasi berkualitas itu adalah anak yang sehat. Untuk mewujudkan itu, stunting menjadi tantangan terberat,” kata Rismiati dalam paparannya.

Menurut Rismiati, angka stunting di Sumatera Barat masih tinggi. Untuk itu, kata dia, BKKBN telah merumuskan 8 fungsi keluarga untuk menekan angka stunting.

“Fungsi keluarga itu adalah, agama, pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan dan reproduksi. 8 fungsi keluarga ini penting diterapkan, agar lahir anak yang berkualitas,” terang Rismiati.

Lebih lanjut Rismiati menyebutkan upaya pencegahan dimulai dari calon pengantin dan mereka harus benar-benar paham, mulai saat hamil, memeriksakan kandungan, hingga konsumsi makanan bergizi.

“Jangan sampai terjadi pernikahan usia dini. Karena sistem reproduksi anak di bawah 20 tahun itu belum matang,” ujar dia.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam menyampaikan bahwa perlu adanya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam penanganan stunting.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Jika semua pihak berkolaborasi, pemenuhan gizi anak-anak stunting tidak mustahil dicapai,” kata Suir Syam.

Suir Syam menjelaskan bahwa cara paling efektif adalah dengan terus menyampaikan kepada masyarakat, lewat sosialisasi dan edukasi.

“Kita terus saling mengingatkan dan menyampaikan pentingnya pencegahan stunting dilakukan sejak dini,” katanya.

Kemudian kader-kader yang menjadi ujung tombak diharapkan tetap terus datang ke rumah-rumah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Analisis Kesejahteraan Keluarga DPMDPPKB Kabupaen Tanah Datar, Anita Rahmawati Annur, para kader, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FWK Ingatkan Pemerintah, Cabut 28 Izin Perusahaan, Tegakkan Hukum Bukan ‘Lip Service’

22 Januari 2026 - 11:48 WIB

Kolaborasi SMSI Batu Bara–Kejari: Sinergi Hukum dan Pengembangan SDM untuk Kemajuan Daerah

14 Januari 2026 - 16:00 WIB

Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke 11 Desa Terdampak Banjir Bandang di Aceh

10 Januari 2026 - 17:36 WIB

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Trending di News