Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

badge-check

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Aceh Utara yang dikerjakan oleh PT Viola Cipta Mahakarya hingga kini belum rampung. Berdasarkan data progres pekerjaan, realisasi pembangunan baru mencapai 53 persen dari total nilai kontrak konstruksi sebesar Rp13.373.065.000.

Padahal, proyek tersebut seharusnya selesai pada 31 Desember 2025. Namun, meski masa kontrak telah berakhir, aktivitas pengerjaan di lapangan masih terus berlangsung. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait dasar hukum kelanjutan pekerjaan setelah kontrak dinyatakan berakhir.

Hasil investigasi wartawan di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan proyek tetap dikebut meski tidak lagi berada dalam masa kontrak resmi. Situasi ini menimbulkan sorotan publik terhadap mekanisme pengawasan serta tanggung jawab kontraktor dan pihak terkait.

Konsultan pengawas proyek menyebutkan bahwa keterlambatan ini perlu mendapat perhatian serius agar program strategis pemerintah tidak berdampak pada kesejahteraan nelayan. “Hingga saat ini progres baru sekitar setengah dari total pekerjaan. Masih banyak item yang harus diselesaikan,” ujar pengawas proyek.

Program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan menyediakan fasilitas dan sarana pendukung bagi masyarakat nelayan guna meningkatkan produktivitas, keamanan, dan kenyamanan aktivitas sehari-hari. Namun, akibat keterlambatan pembangunan, manfaat proyek tersebut belum dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Foto: Bangunan kampung nelayan merah putih yang belum rampung. (Redaksi)

Keterlambatan pekerjaan serta pelaksanaan proyek pasca-berakhirnya kontrak memicu pertanyaan publik terkait efektivitas pengelolaan proyek, sistem pengawasan, serta potensi sanksi terhadap pelaksana pekerjaan yang dinilai berjalan tanpa dasar hukum yang jelas.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secepatnya. Proyek yang berlarut-larut dan dikerjakan tanpa kontrak resmi dinilai berpotensi menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, serta persoalan hukum di kemudian hari.

(Tri Nugroho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi

24 Agu 2026 - 20:59 WIB

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Terduga Pengedar di Batang Kuis

24 Agu 2026 - 18:42 WIB

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Terduga Pengedar di Batang Kuis

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

24 Agu 2026 - 11:21 WIB

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

20 Agu 2026 - 22:59 WIB

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

19 Agu 2026 - 19:32 WIB

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan
Trending di Aceh