Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

badge-check

Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Jerit kebutuhan dasar masih terdengar dari lokasi pengungsian banjir di Kabupaten Aceh Utara. Memasuki tanggap darurat keempat, sebagian warga terdampak banjir di Desa Meunasah Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, masih bertahan di balai pertemuan meunasah yang basah, berlumpur, dan dikelilingi genangan air.

Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia hidup berdampingan di ruang ibadah yang berubah fungsi menjadi tempat pengungsian. Di sekitar lokasi, pembangunan hunian sementara mulai dilakukan. Namun, di balik upaya tersebut, persoalan kekurangan bahan makanan dan obat-obatan masih dirasakan warga.

Hasil pantauan wartawan Minggu (11/1), salah seorang pengungsi, Halimah Tusadiah, mengungkapkan bahwa bantuan sembako yang diterima hingga kini belum mencukupi kebutuhan harian, terutama bagi keluarga dengan bayi dan ibu hamil.

“Bantuan sembako masih jauh dari cukup. Air bersih juga kurang. Popok bayi dan makanan bayi jarang dibantu,” ujar Halimah.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan makan, para pengungsi terpaksa memasak sendiri. Bantuan beras dari pemerintah desa disebutkan hanya 26 ons per kepala keluarga. Di lokasi meunasah, terdapat tujuh kepala keluarga dengan jatah harian sekitar 10 kilogram beras, satu papan telur ayam, dan satu kardus mi instan.

Menurut Halimah, jumlah tersebut belum sebanding dengan kebutuhan pengungsi. Bahkan, seorang ibu hamil yang sudah satu bulan mengungsi baru sekali menerima makanan tambahan, berupa roti.

“Kalau obat-obatan juga masih minim. Ibu saya pernah sakit bisul, memang sempat dapat pengobatan. Tapi kalau bantuan terlambat, kami beli sendiri. Ikan dan sayur juga beli sendiri,” katanya.

Kekhawatiran warga semakin besar menjelang bulan suci Ramadan, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita. Halimah berharap, pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan tepat waktu, tetapi juga memperhatikan kualitas beras dan kecukupan gizi bagi pengungsi.

Sementara itu, Geuchik Meunasah Alue Ie Puteh, Suheri, menyatakan bahwa pemerintah desa terus berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Kebutuhan makanan, khususnya beras, tetap kami upayakan terpenuhi. Begitu juga obat-obatan. Posko pengungsian bersebelahan dengan Puskesmas Baktiya, tersedia obat anti nyeri dan obat batuk. Tim relawan dari Kementerian Kesehatan juga turun melakukan pengobatan,” ujar Suheri.

Berdasarkan data, di Kecamatan Baktiya terdapat 6.052 jiwa yang mengungsi akibat banjir dari 40 gampong, dengan total 53 desa terdampak langsung. Khusus di Desa Meunasah Alue Ie Puteh, tercatat 18 kepala keluarga terdampak, tujuh di antaranya mengungsi di meunasah, sementara sisanya menumpang di rumah sanak keluarga.

Di tengah lumpur yang belum kering dan ketidakpastian bantuan, para pengungsi berharap negara hadir lebih nyata—bukan sekadar dalam bentuk data dan janji, tetapi dalam pangan, obat-obatan, dan rasa aman, agar mereka mampu bertahan hingga kehidupan kembali normal. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom, PWI Lhokseumawe Siapkan Delapan Pengacara

31 Agu 2026 - 22:46 WIB

Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom, PWI Lhokseumawe Siapkan Delapan Pengacara

JMSI Sesalkan Insiden di Tanah Luas yang Menimpa Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, Libatkan Dua Prajurit TNI AD

29 Agu 2026 - 23:14 WIB

JMSI Sesalkan Insiden di Tanah Luas yang Menimpa Bendahara JMSI Aceh Utara-Lhokseumawe, Libatkan Dua Prajurit TNI AD

PWI Kecam Danramil Tanah Luas, Jangan Pakai Cara-cara Lama untuk Bela Anak Buah

28 Agu 2026 - 09:27 WIB

PWI Kecam Danramil Tanah Luas, Jangan Pakai Cara-cara Lama untuk Bela Anak Buah

Pemasok Sabu Desa Sekip Teridentifikasi, Jajaran Polres Bergerak Kejar Pelaku

27 Agu 2026 - 08:46 WIB

Pemasok Sabu Desa Sekip Teridentifikasi, Jajaran Polres Bergerak Kejar Pelaku

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi

24 Agu 2026 - 20:59 WIB

Tanggul Sungai Sigeaon Pedestrian, 32 Pedagang Pertanyakan Nasib Investasi
Trending di Headline