Menu

Mode Gelap
Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan 

Aceh

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit

badge-check

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Korban banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih menjerit menunggu bantuan, meski data penerima disebut telah lama rampung.

Di lapangan, kebutuhan hidup warga kian mendesak. Bantuan yang dijanjikan berupa uang jadup sebesar 15 ribu rupiah per kepala keluarga, bantuan perabot 3 juta rupiah, serta dana pemulihan ekonomi 5 juta rupiah, belum juga dirasakan masyarakat. Padahal, ratusan kepala keluarga telah masuk dalam kategori terdampak, baik rusak ringan, sedang hingga berat. Sebagian warga bahkan masih bertahan di hunian sementara, dengan kondisi ekonomi yang belum pulih sejak banjir melanda beberapa bulan lalu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pencairan bantuan masih menunggu penyelesaian verifikasi secara menyeluruh di seluruh kecamatan. Sementara itu, pihak desa berharap pemerintah dapat mendahulukan wilayah yang datanya telah selesai lebih dulu. Harapan ini muncul karena proses verifikasi awal oleh BNPB disebut telah diserahkan sejak 10 Maret, namun hingga kini belum diikuti dengan realisasi bantuan.

Foto: Plt Geuchik Ulee Rubek Timu kecamatan Seunuddon Sufrizal, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai lambat nya penyaluran bantuan kepada korban banjir.

Plt Geuchik Ulee Rubek Timur, Sufrizal, Jumat (21/03), mengatakan hingga saat ini bantuan belum juga disalurkan dan belum ada kepastian waktu pencairan. Ia menyebut, data korban banjir bahkan telah disampaikan sejak Desember 2025. “Kami sudah menyerahkan hasil verval, termasuk data rumah rusak dan sektor lainnya. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan, apakah kendalanya di tingkat kecamatan atau kabupaten,” ujarnya. Kondisi ini membuat warga terus menunggu, di tengah kebutuhan yang tak lagi bisa ditunda. (FIRDAUS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Artificial Intelligence Mengubah Dunia, Jurusan TIK PNL Mempersiapkan Generasi Penakluk Masa Depan

6 Juli 2026 - 14:55 WIB

WCP Peduli Fakir Miskin Lingkungan Cluster IV PGE

4 Juli 2026 - 15:07 WIB

Ketua PC 0113 FKPPI Kota Lhokseumawe Serahkan Bibit Mangga kepada Polres Lhokseumawe dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

30 Juni 2026 - 22:57 WIB

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Trending di Aceh