Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

badge-check


Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ribuan warga Desa Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dilanda kecemasan akibat jebolnya tanggul Sungai Krueng Peuto di lima titik. Air banjir terus menggenangi rumah dan permukiman, membuat warga bersiap mengungsi ke meunasah dan masjid, Kamis (8/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan, ketinggian air bervariasi mulai dari sekitar setengah meter hingga mencapai dua meter di sejumlah titik rendah. Warga terlihat sibuk menyelamatkan diri dan barang berharga, sementara anak-anak serta lansia dievakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Jalan utama Desa Kumbang yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon dengan Cot Girek tidak dapat dilalui kendaraan. Akses terputus dan diperkirakan ribuan kepala keluarga terjebak banjir tanpa jalur evakuasi memadai.

Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Krueng Peuto sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisi tanggul yang rusak masih terus melebar dan memperparah luapan air hujan kiriman dari kawasan perbukitan Kabupaten Bener Meriah.

Warga menyebut, kejadian ini bukan yang pertama. Hampir setiap musim hujan, tanggul kembali jebol dan menyebabkan banjir meluas. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin apatis dan kecewa karena tanggul di sepanjang sungai dinilai sudah tidak lagi mampu menahan debit air.

“Kami sudah terbiasa banjir, tapi kali ini air cepat naik. Kami selamatkan diri sendiri,” ujar seorang warga.

Di tengah kondisi darurat, warga mengaku belum melihat proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR maupun BPBD Aceh Utara. Sebagian besar warga harus menggendong anak-anak dan menuntun lansia menembus arus air tanpa bantuan alat evakuasi.

Geuchik Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Zulchairi, Kamis (08/01) membenarkan jebolnya tanggul dan meluasnya banjir di wilayahnya. Ia mengatakan air mulai masuk ke permukiman setelah tanggul tidak mampu lagi menahan debit sungai. Menurutnya, kondisi tanggul memang sudah lama dikhawatirkan warga, terutama saat hujan deras.

Geuchik juga menyebut pihak desa telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah dan instansi terkait. Namun hingga siang hari, penanganan darurat dan evakuasi warga belum terlihat maksimal di lapangan.

Banjir ini berpotensi meluas ke sejumlah kecamatan lain di Aceh Utara, seperti Cot Girek, Matang Kuli, Paya Bakong, Nibong, Tanah Luas, dan sekitarnya. Selain merendam permukiman, banjir juga mengancam aktivitas ekonomi warga dan jalur penghubung antarwilayah.

Warga berharap pemerintah daerah dan BPBD Aceh Utara segera turun tangan melakukan evakuasi serta perbaikan tanggul secara darurat. Bagi masyarakat Desa Kumbang, banjir bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan ancaman berulang yang menunggu kepastian penanganan serius dari pemerintah. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana Aceh Tertahan Administrasi, Satgas Diminta Tunggu Kejelasan

22 Februari 2026 - 09:54 WIB

Trending di Aceh