Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Masyarakat Aceh Tenggara Keluhkan Kelangkaan Pertalite

badge-check

Antrian Di SPBU Lawe Kihing Aceh Tenggara Perbesar

Antrian Di SPBU Lawe Kihing Aceh Tenggara

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir diwarnai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU maupun Pertashop.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, hingga Pertamax membuat masyarakat harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan.

Pertalite yang biasanya paling banyak dicari kini semakin sulit ditemukan. Kondisi ini memaksa warga beralih menggunakan Pertamax. Akibatnya, Pertashop yang sebelumnya sepi kini ikut dipadati pembeli.

Rusdi, warga Lawe Sumur, mengaku bingung dengan kelangkaan BBM yang mendadak terjadi. Meski harus antre panjang, ia tetap bertahan.

“Kami sudah beberapa hari kesulitan mencari Pertalite, terpaksa pakai Pertamax. Walaupun harus antre sampai berjam-jam, mau tidak mau dijalani. Yang penting kendaraan bisa jalan,” ujar Rusdi kepada harianpaparazzi.com, Jumat (03/10/2025).

Menurut Rusdi, antrean kali ini jauh lebih padat dibanding hari-hari biasanya. Banyak warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja terpaksa ikut antre demi tidak kehilangan penghasilan.

“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Kalau terus begini, masyarakat makin sulit. Pekerja harian yang butuh kendaraan jelas sangat terdampak,” tambahnya.

Pantauan harianpaparazzi.com di lapangan, antrean panjang tampak hampir di beberapa SPBU. Kendaraan mengular hingga ke badan jalan, sementara Pertashop dipadati warga yang bergantian mengisi Pertamax.

Meski kondisi ini melelahkan, masyarakat tetap bertahan. Bagi mereka, BBM bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang utama roda perekonomian sehari-hari. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Setahun Disidik, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Pembayaran BLT Gampong Blang Majron Berakhir SP3, Temuan Audit Rp107,8 Juta Jadi Sorotan

25 Juli 2026 - 19:59 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

Trending di Aceh