Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

Aceh

Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf

badge-check


					Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia menjadi sorotan setelah ditemukan adanya belatung di tempat tidur salah satu pasien. Kejadian tersebut diakui pihak manajemen rumah sakit sebagai bentuk kelalaian petugas dan langsung mendapat perhatian serius dari pimpinan.

Saat ditemui oleh wartawan Harianpaparazzi.com, Kamis (2/10/2025). Direktur RSU Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menjelaskan bahwa kasus itu bermula dari padatnya jumlah pasien yang dirawat sehingga terjadi keterbatasan tempat tidur. Pasien yang sebelumnya ditempatkan di ruang penyakit dalam wanita harus dipindahkan karena ruangan sedang direnovasi.

“Bed pasien memang penuh, sehingga untuk sementara dipindahkan ke ruang isolasi IGD. Karena keterbatasan, petugas mengambil bed cadangan yang sudah lama tidak terpakai. Sayangnya, petugas tidak memeriksa dengan teliti hingga akhirnya pasien menemukan adanya belatung di bed tersebut,” ujar dr. Syarifah.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada petugas dan kepala ruangan yang bertanggung jawab. “Kami sudah evaluasi. Saat pasien melapor, sebenarnya sudah diusulkan pergantian bed, namun pasien memilih pulang atas permintaan sendiri. Meski begitu, kami tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelasnya.

Dr. Syarifah juga menegaskan bahwa keberadaan belatung memang tidak sampai membahayakan nyawa pasien, tetapi diakui sangat merusak kenyamanan dan tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan.

“Ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Rumah sakit memang gedungnya tua dan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Namun, kami berkomitmen agar standar pelayanan tetap sesuai SOP. Ke depan, kami pastikan hal serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini RSU Cut Meutia sedang melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dengan dukungan dana dari APBK maupun BLUD. Sejumlah proyek meliputi pembangunan ruang tunggu pasien, rehabilitasi kamar mandi, dan renovasi ruang rawat inap.

“Kami sedang berbenah. Tidak bisa sekaligus sempurna, tapi langkah-langkah perbaikan terus kami lakukan. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Bupati, DPRK, hingga Sekda. Kami berharap masyarakat mendukung proses pembenahan ini,” pungkasnya.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSUD Cut Meutia Bersama PAPDI Aceh dan ILLUNIA Gelar Bakti Sosial Ramadhan di Desa Alue Dua

15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG

13 Maret 2026 - 23:56 WIB

Di Bawah Kepemimpinan dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, RSUD Cut Meutia Catat Berbagai Kemajuan Pelayanan Kesehatan

13 Maret 2026 - 19:22 WIB

Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Lindung Langkahan, ±200 Hektare Hutan Diduga Digunduli

12 Maret 2026 - 18:39 WIB

DWP PNL Gelar “Ramadhan Berkah”, Salurkan Donasi untuk Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Fii sabillah.

12 Maret 2026 - 12:29 WIB

Trending di Aceh