Menu

Mode Gelap
Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

Aceh

Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf

badge-check


					Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia menjadi sorotan setelah ditemukan adanya belatung di tempat tidur salah satu pasien. Kejadian tersebut diakui pihak manajemen rumah sakit sebagai bentuk kelalaian petugas dan langsung mendapat perhatian serius dari pimpinan.

Saat ditemui oleh wartawan Harianpaparazzi.com, Kamis (2/10/2025). Direktur RSU Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menjelaskan bahwa kasus itu bermula dari padatnya jumlah pasien yang dirawat sehingga terjadi keterbatasan tempat tidur. Pasien yang sebelumnya ditempatkan di ruang penyakit dalam wanita harus dipindahkan karena ruangan sedang direnovasi.

“Bed pasien memang penuh, sehingga untuk sementara dipindahkan ke ruang isolasi IGD. Karena keterbatasan, petugas mengambil bed cadangan yang sudah lama tidak terpakai. Sayangnya, petugas tidak memeriksa dengan teliti hingga akhirnya pasien menemukan adanya belatung di bed tersebut,” ujar dr. Syarifah.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada petugas dan kepala ruangan yang bertanggung jawab. “Kami sudah evaluasi. Saat pasien melapor, sebenarnya sudah diusulkan pergantian bed, namun pasien memilih pulang atas permintaan sendiri. Meski begitu, kami tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelasnya.

Dr. Syarifah juga menegaskan bahwa keberadaan belatung memang tidak sampai membahayakan nyawa pasien, tetapi diakui sangat merusak kenyamanan dan tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan.

“Ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Rumah sakit memang gedungnya tua dan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Namun, kami berkomitmen agar standar pelayanan tetap sesuai SOP. Ke depan, kami pastikan hal serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini RSU Cut Meutia sedang melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dengan dukungan dana dari APBK maupun BLUD. Sejumlah proyek meliputi pembangunan ruang tunggu pasien, rehabilitasi kamar mandi, dan renovasi ruang rawat inap.

“Kami sedang berbenah. Tidak bisa sekaligus sempurna, tapi langkah-langkah perbaikan terus kami lakukan. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Bupati, DPRK, hingga Sekda. Kami berharap masyarakat mendukung proses pembenahan ini,” pungkasnya.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Negara Masuk Hutan Aceh: Satgas PKH Ambil Alih Kawasan Pasca Izin Lima Perusahaan Dicabut

28 Januari 2026 - 22:56 WIB

Bawa 50,7 Kilogram Ganja, Dua Pria di Aceh Tenggara Ditangkap Polisi 

28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Pemkab Aceh Utara Gandeng Media PASESATU Salurkan Tenda dan Tangki Air untuk Korban Banjir Bandang

27 Januari 2026 - 23:27 WIB

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie Apresiasi Kapolres Lhokseumawe atas Bantuan Kemanusiaan Pasca Banjir

27 Januari 2026 - 16:08 WIB

LBH Iskandar Muda Aceh Minta Kajati Turun Tangan, Dugaan Masalah PEMA Dikunci ke UU Tipikor dan Perbendaharaan Negara

26 Januari 2026 - 13:04 WIB

Trending di Aceh