Menu

Mode Gelap
Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi Komisi C DPRD Taput Sikapi Keresahan Warga  Seputar Status Desil, BPJS Agar Lebih Cermat Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria di Biru-Biru, Sita Sabu 5,79 Gram PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan 

Aceh

Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf

badge-check

Ditemukan Belatung di Bed Pasien RSU Cut Meutia, Direktur Akui Kelalaian dan Minta Maaf Perbesar

Aceh Utara, Harianpaparazzi.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia menjadi sorotan setelah ditemukan adanya belatung di tempat tidur salah satu pasien. Kejadian tersebut diakui pihak manajemen rumah sakit sebagai bentuk kelalaian petugas dan langsung mendapat perhatian serius dari pimpinan.

Saat ditemui oleh wartawan Harianpaparazzi.com, Kamis (2/10/2025). Direktur RSU Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menjelaskan bahwa kasus itu bermula dari padatnya jumlah pasien yang dirawat sehingga terjadi keterbatasan tempat tidur. Pasien yang sebelumnya ditempatkan di ruang penyakit dalam wanita harus dipindahkan karena ruangan sedang direnovasi.

“Bed pasien memang penuh, sehingga untuk sementara dipindahkan ke ruang isolasi IGD. Karena keterbatasan, petugas mengambil bed cadangan yang sudah lama tidak terpakai. Sayangnya, petugas tidak memeriksa dengan teliti hingga akhirnya pasien menemukan adanya belatung di bed tersebut,” ujar dr. Syarifah.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada petugas dan kepala ruangan yang bertanggung jawab. “Kami sudah evaluasi. Saat pasien melapor, sebenarnya sudah diusulkan pergantian bed, namun pasien memilih pulang atas permintaan sendiri. Meski begitu, kami tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelasnya.

Dr. Syarifah juga menegaskan bahwa keberadaan belatung memang tidak sampai membahayakan nyawa pasien, tetapi diakui sangat merusak kenyamanan dan tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan.

“Ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Rumah sakit memang gedungnya tua dan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Namun, kami berkomitmen agar standar pelayanan tetap sesuai SOP. Ke depan, kami pastikan hal serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini RSU Cut Meutia sedang melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dengan dukungan dana dari APBK maupun BLUD. Sejumlah proyek meliputi pembangunan ruang tunggu pasien, rehabilitasi kamar mandi, dan renovasi ruang rawat inap.

“Kami sedang berbenah. Tidak bisa sekaligus sempurna, tapi langkah-langkah perbaikan terus kami lakukan. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Bupati, DPRK, hingga Sekda. Kami berharap masyarakat mendukung proses pembenahan ini,” pungkasnya.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketua PC 0113 FKPPI Kota Lhokseumawe Serahkan Bibit Mangga kepada Polres Lhokseumawe dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

30 Juni 2026 - 22:57 WIB

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Trending di Aceh