Menu

Mode Gelap
Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan  Kejari Batu Bara Bongkar Kasus Proyek Jalan Rp43 Miliar, 12 Terdakwa Dituntut, Negara Rugi Rp6 Miliar Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

Aceh

Dua Hari Tak Tampak, Tukang Becak di Lhokseumawe Ditemukan Meninggal di Rumahnya

badge-check


					Dua Hari Tak Tampak, Tukang Becak di Lhokseumawe Ditemukan Meninggal di Rumahnya Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Warga Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang tukang becak bernama Raswan (48) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri, Jumat pagi (1/8/2025), sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban ditemukan oleh adiknya, Rumadani (44), yang merasa curiga karena tidak melihat aktivitas sang kakak selama dua hari terakhir. Saat mencoba memanggil dari luar rumah namun tak mendapat jawaban, ia mencium bau tak sedap dan akhirnya mendobrak pintu rumah tersebut.

“Begitu masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar. Pihak keluarga dan warga kemudian menghubungi kami,” kata Kapolsek Banda Sakti, AKP Hanafiah, mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan.

Menurut salah satu kerabat korban, Sandi (44), terakhir kali Raswan terlihat pada Selasa malam (28/7), saat sempat berbincang dengannya. Sejak saat itu, ia tak pernah terlihat lagi hingga ditemukan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan polisi di lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan bahwa almarhum telah lama mengidap penyakit komplikasi.

“Keluarga menerima musibah ini sebagai takdir. Mereka membenarkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit menahun,” tambah Kapolsek.

AKP Hanafiah juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli dengan kondisi sekitar, terutama terhadap tetangga yang tinggal sendiri.

“Kepedulian sosial sangat penting. Jangan biarkan kesepian menjadi akhir yang sepi pula. Mari kita saling memperhatikan satu sama lain,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danone Indonesia Bangun Sumur Bor untuk RSUD Cut Meutia, Dukung Ketersediaan Air Bersih di Aceh Utara

24 Juni 2026 - 10:14 WIB

Camat Idi Rayeuk Belum Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Pengumpulan Dana Peringatan 1 Muharram

23 Juni 2026 - 08:37 WIB

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Trending di Aceh