Menu

Mode Gelap
Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam di Cot Girek, Korban Belum Buat Laporan Polisi Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Masjid Punteut Kalahkan Seneubok 2–0 di Turnamen Bola Kaki HUT RI ke-80 Forkopimcam Blang Mangat Cup 2025 Hendry Ch Bangun Daftar Calon Ketua Umum PWI, Ajak Semua Anggota Bersatu Majukan PWI

Aceh

“Tangis Haru di Pagi Itu: Ketika Lhokseumawe Melepas Para Tamu Allah”

badge-check


					“Tangis Haru di Pagi Itu: Ketika Lhokseumawe Melepas Para Tamu Allah” Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi – Mentari belum tinggi, tapi halaman Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe telah dibanjiri air mata. Bukan air mata kesedihan, melainkan luapan haru dan rasa syukur. Selasa (20/05) pagi itu, diiringi doa dan pelukan keluarga, sebanyak 179 calon jemaah haji asal Kota Lhokseumawe bersiap meninggalkan tanah kelahiran untuk memenuhi panggilan suci ke Tanah Haram.

Suasana di halaman masjid terasa begitu khidmat. Tak hanya calon jemaah yang bersiap berangkat, tapi juga ratusan keluarga yang datang sejak subuh demi mengantar orang tercinta ke pintu gerbang perjalanan spiritual. Tangis dan pelukan menjadi bahasa yang paling jujur mewakili perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Di hadapan mereka, Wakil Wali Kota Lhokseumawe berdiri, menyampaikan pesan sarat makna. Ia tidak sekadar melepas keberangkatan para jemaah, tapi juga menitipkan amanah spiritual dan doa seluruh warga kota.

“Ketika hari ini kita terpilih sebagai salah satu dari calon Dhuyufurrahman—tamu Allah—itu adalah anugerah yang tak ternilai,” ucapnya, disambut isak tangis sebagian jamaah dan keluarga.

Pelepasan itu bukan hanya seremoni administratif. Ia menjadi momen bersejarah dalam hidup sebagian besar jamaah, yang menabung bertahun-tahun demi satu niat: memenuhi panggilan Ilahi.

Di tengah keharuan itu, hadir pula tokoh-tokoh kota, Ketua MPU, Plt Sekda, Kepala Kemenag, hingga Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah. Mereka semua menjadi saksi bisu kebahagiaan dan keteguhan niat para jemaah, sebagian dari mereka adalah petani, pensiunan, guru ngaji, dan para ibu rumah tangga.

Sebanyak 179 jemaah asal Kota Lhokseumawe tergabung dalam Kloter 4 (04-BTJ), bersama jemaah dari Aceh Barat dan Gayo Lues. Total rombongan mencapai 393 orang. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Banda Aceh pada sore hari, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Setiba di Arab Saudi, para jemaah akan menempati hotel di kawasan Misfalah, Sektor 9, Makkah, tak jauh dari Masjidil Haram. Di sinilah langkah-langkah suci mereka akan dimulai: thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga tahallul sebagai penanda penyempurnaan rukun Islam kelima.

Dalam konteks geografis, Lhokseumawe sebagai kota pesisir memiliki dinamika sosial yang kental dengan budaya religi. Sosiologisnya, semangat kolektif masyarakat dalam mengantar jemaah haji mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan dan nilai gotong royong. Secara ekonomi, banyak dari jemaah yang telah menabung bertahun-tahun, menjual sawah atau warisan, bahkan meminjam dana syariah demi bisa berangkat haji.

Dari sisi agama, haji bukan sekadar ritual ibadah. Ia menjadi perjalanan batin yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan. Para jemaah ini mewakili wajah-wajah tulus masyarakat Lhokseumawe yang datang menghadap Allah dengan niat yang bersih.

Dalam perjalanan haji, tak ada jaminan kemudahan. Tapi ada janji yang pasti, setiap langkah menuju Baitullah adalah langkah yang dimuliakan. Di balik pelukan perpisahan dan linangan air mata itu, ada satu harapan bersama: semoga semua kembali dalam keadaan mabrur. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut HUT ke-80 Kejaksaan RI, Kejari Agara Gelar Pemasangan KB Gratis dan Donor Darah

30 Agustus 2025 - 05:34 WIB

Aceh Jadi Tuan Rumah Peringatan HAM 2025, Sementara Luka Lama Belum Tuntas

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Kasus Anak Diduga Dianiaya Satpam PT PN, Laporan Resmi Masuk Polres Aceh Utara

28 Agustus 2025 - 22:45 WIB

PTPL Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Lokal dalam Pengembangan Blok Andaman

27 Agustus 2025 - 23:11 WIB

Bulog Kuasai Pasar Beras: Stok Melimpah, Kualitas dan Harga Jadi Pertanyaan

27 Agustus 2025 - 14:53 WIB

Trending di Aceh