DELI SERDANG, harianpaparazzi.com – Ratusan rumah warga di Desa Klambir Lima Kebun, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terendam banjir pada Kamis (29/10/2026) pagi. Air mulai menggenangi permukiman dan badan jalan sejak pukul 06.00 WIB dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter di sejumlah titik.
Banjir yang kembali melanda kawasan tersebut juga berdampak pada infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya baru diperbaiki dilaporkan kembali mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Pantauan di lokasi menunjukkan air mulai memasuki rumah-rumah warga. Sementara itu, beberapa rumah lainnya hanya mengalami genangan di bagian halaman depan. Perbedaan ketinggian tanah dan bangunan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi genangan di setiap rumah.
Salah seorang warga, Nurman, mengatakan air mulai menggenangi jalan dan permukiman sejak pagi hari. Awalnya, warga tidak memperkirakan genangan akan semakin tinggi hingga mencapai badan jalan.
“Dari jam 6 air sudah sampai di rumah warga, awalnya gak kepikiran makin tinggi, ternyata malah sampai ke jalanan. Tingginya juga lumayan, sekitar 20 cm lah,” ujar Nurman.
Di tengah kondisi banjir tersebut, aktivitas masyarakat masih terlihat berlangsung. Sejumlah anak muda mendatangi jalanan untuk melihat kondisi genangan, sedangkan sebagian warga lainnya tetap berangkat bekerja.
Namun, ramainya masyarakat yang memenuhi jalan turut menimbulkan kendala bagi pengguna kendaraan, terutama pekerja yang harus melintasi kawasan banjir.
Arif, salah seorang pekerja yang terjebak di tengah genangan, mengaku aktivitasnya terganggu akibat kondisi jalan yang dipadati warga.
“Saya tidak masalah dengan banjirnya, tapi masyarakat terlalu banyak di jalan. Ini motor kan harus terus digas, kalau tidak nanti mogok. Sementara orang-orang memenuhi jalanan buat macet, itu yang buat motor harus berhenti karena menunggu mereka jalan. Beberapa bahkan gak mau minggir sebentar, kita yang kerja ini jadi terhambat,” ungkapnya.
Selain mengeluhkan kepadatan di jalan, Arif juga berharap genangan air segera surut. Ia mengaku prihatin terhadap kondisi sejumlah rumah warga yang dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi.
“Semoga cepat surut ya, soalnya dapat info katanya ada yang airnya sudah selutut masuk rumah,” katanya.
Banjir yang kembali melanda Desa Klambir Lima Kebun ini menjadi perhatian warga, terutama karena genangan tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kondisi jalan yang sebelumnya telah diperbaiki.
Warga berharap air segera surut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan kerusakan infrastruktur akibat banjir tidak terus berulang. (mstr)





