Tarutung, harianpaparazzi.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia yang berlangsung di Tarutung-Tapanuli Utara-Sumatera Utara, Kamis (15/10) menghadirkan pembicara utama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr Abdul Mu’ti, M.Ed.
Ketua MPK Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan MM , selepas memberangkatkan Mendikdasmen dan rombongan termasuk Wagubsu H Surya menuju Medan melayani pertanyaan sejumlah media terkait peran MPK dalam mendorong transformasi pendidikan Kristen.
Meningkatkan kemajuan dan kualitas pendidikan kristen tidak cukup hanya mengandalkan sekolah dan guru. Akan tetapi mendesak kolaborasi dengan gereja ,yayasan dunia usaha, pemerintah serta Majelis Pendidikan Kristen (MPK).
“MPK secara terus menerus berupaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat karakter kristiani peserta didik melalui kolaborasi”, kata RE sapaan akrabnya.
Mantan Sekda Pemprovsu ini, menyebut selama 76 tahun sejak berdiri secara nasional dan 56 tahun di Sumatera Utara-Aceh, MPK bergerak untuk meningkatkan kualitas siswa dan membangun kapasitas guru. Pendidikan tidak hanya menyangkut kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter Kristiani, keduanya harus beriringan.
Kemajuan pendidikan di daerah mayoritas penduduknya beragama Kristen, seperti Tapanuli Utara, membutuhkan keterlibatan unsur yakni gereja, yayasan pendidikan, kepala sekolah, guru, dunia usaha, pemerintah, dan MPK, pungkas mantan Bupati Taput ini.
Yayasan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pengelolaan keuangan sekolah, tetapi juga harus berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dan Kepala sekolah dituntut menjadi pemimpin yang mampu menjaga kualitas, sedangkan guru harus terus meningkatkan kompetensi.
Mendorong transformasi pendidikan Kristen, menurut Ketua MPK Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan MM , peran gereja mendesak memberikan perhatian besar terhadap pendidikan.
Rakernas V MPK di Indonesia yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026, dengan tema “Fructus in Altum: Transformasi Sekolah Kristen” itu diikuti ratusan pengurus MPK, pimpinan yayasan, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan Kristen dari berbagai daerah. (Udut)





