Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

News

PT PEMA Dinilai Abaikan Sanksi Gakkum Lingkungan, Limbah B3 Sulfur di Langsa Tak Kunjung Diperbaiki

badge-check


					PT PEMA Dinilai Abaikan Sanksi Gakkum Lingkungan, Limbah B3 Sulfur di Langsa Tak Kunjung Diperbaiki Perbesar

Langsa, Harianpaparazzi.com — PT Pembangunan Aceh (PEMA) dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menindaklanjuti sanksi administratif yang dijatuhkan oleh Gakkum Lingkungan Hidup. Perusahaan daerah tersebut bahkan disebut menganggap sanksi dari penegak hukum lingkungan tidak memiliki dampak signifikan terhadap operasional perusahaan.

Sikap tersebut terlihat dari tidak adanya upaya serius PT PEMA dalam memperbaiki pengelolaan limbah B3 berupa sulfur yang berada di wilayah Kota Langsa. Hingga kini, kualitas pengelolaan limbah berbahaya dan beracun itu dilaporkan masih bermasalah dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar.

Sejumlah sumber menyebutkan, meski sanksi administratif telah dikeluarkan oleh Gakkum Lingkungan Hidup, PT PEMA tetap menjalankan aktivitasnya tanpa perubahan berarti. Tidak ada peningkatan standar pengelolaan limbah, baik dari sisi teknis, pengamanan lokasi, maupun transparansi kepada publik.

“Seolah-olah sanksi itu tidak ada artinya bagi mereka. Limbah sulfur tetap seperti itu, tidak ada perbaikan kualitas, dan ini sangat berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan warga,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Limbah B3 sulfur diketahui memiliki potensi dampak serius terhadap lingkungan hidup dan kesehatan manusia apabila tidak dikelola sesuai ketentuan. Paparan jangka panjang dapat mencemari tanah, air, serta udara di sekitarnya.

Aktivis lingkungan menilai sikap PT PEMA mencerminkan lemahnya efek jera dari sanksi administratif. Mereka mendesak agar pemerintah pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak berhenti pada sanksi administrasi semata, tetapi meningkatkan langkah hukum yang lebih tegas.

“Jika sanksi administratif diabaikan, maka harus ada eskalasi ke sanksi pidana atau penghentian sementara kegiatan. Jangan sampai perusahaan milik daerah justru menjadi contoh buruk dalam ketaatan lingkungan,” tegas seorang pemerhati lingkungan di Aceh.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PEMA belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pengabaian sanksi dan pengelolaan limbah B3 sulfur di Kota Langsa.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lewat Bantuan Sosial, Satresnarkoba Batu Bara Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

20 Maret 2026 - 16:03 WIB

Ultah ke-9 SMSI, Gusti Sinaga Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Pers

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel

17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Rapat Koordinasi Humas Lapas Tanjungbalai, Publikasi Kegiatan Pemasyarakatan Diperkuat

16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Sore Ramadan di Batu Bara, PAC Pemuda Pancasila Lima Puluh Berbagi Takjil untuk Warga

15 Maret 2026 - 18:17 WIB

Trending di News