Menu

Mode Gelap
Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025 Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun

Sumut

Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu

badge-check


					Polemik Pantun Baharuddin Siagian, Ketua PD Alwasliyah: Baharuddin Jujur dan Menghormati Budaya Melayu Perbesar

Batu Bara, Harianpaparazzi.com | Polemik seputar pantun yang disampaikan oleh Calon Bupati Batubara, H Baharuddin Siagian, menjadi perbincangan hangat di jagat maya pada Jumat (11/10/2024).

Berbagai pandangan publik muncul, khususnya terkait isu SARA yang dibumbui dalam diskusi tersebut, menggiring opini negatif dari sebagian masyarakat.

Al Asari, Ketua PD Al Washliyah Batubara, menanggapi polemik ini dengan bijak. Menurutnya, dinamika politik seperti ini merupakan hal yang wajar jelang Pilkada.

“Semakin dekat hari pencoblosan, semakin kuat pula dinamika politik, baik yang berbentuk kampanye negatif maupun kampanye hitam,” ujarnya.

Terkait isu SARA yang kerap muncul, Al Asari menegaskan bahwa masyarakat Batubara dikenal egaliter dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat.

“Kami yakin, masyarakat Batubara yang cerdas tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi kebencian yang coba dibangun,” tegasnya.

Pantun Baharuddin Siagian yang sempat viral di media sosial dipandang oleh sebagian pihak sebagai upaya untuk menjatuhkan sang calon bupati. Namun, Al Asari berpendapat sebaliknya. Ia menilai, pantun tersebut justru menunjukkan karakter Baharuddin yang jujur dan terbuka.

“Baharuddin tidak pernah menyembunyikan identitas kesukuannya hanya demi mendapatkan simpati. Ia juga dengan tulus mengakui bahwa Batubara adalah tanah Melayu, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat,” tambahnya.

Al Asari optimistis bahwa polemik ini tidak akan mempengaruhi keputusan masyarakat Batubara dalam memilih Paslon 02 pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Mari kita hentikan kebiasaan menggunakan isu suku sebagai alat kampanye. Fokuslah pada gagasan cerdas dan kepedulian terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Pantun Baharuddin Siagian, menurutnya, merupakan wujud semangat untuk merebut hati masyarakat, bukan pantun yang menyulut isu SARA. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daging Qurban Turun ke Wartawan, PWI Batu Bara Bikin Idul Adha Tak Cuma Ramai di Grup WA

27 Mei 2026 - 21:08 WIB

Film Suamiku Lukaku Gelar Aktivasi Fun Run dan Car Free Day untuk Angkat Isu Mental Health

24 Mei 2026 - 21:14 WIB

Di Hadapan Ketua Umum, Risbon Kembali Dilantik: PPTSB Siantar Jaga Kekompakan

27 April 2026 - 11:03 WIB

Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026

23 April 2026 - 11:36 WIB

Penyelesaian Damai Kasus Penganiayaan Diapresiasi, Kapolres Langkat Tuai Dukungan DPR RI

19 April 2026 - 13:24 WIB

Trending di Sumut