Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Politik

Perusahaan Milik Zarkasyi Calon Wakil Wali Kota Mantan Terpidana Menyisakan Kerugian Finansial Besar

badge-check


					H. Zarkasyi Aziz Perbesar

H. Zarkasyi Aziz

Lhokseumawe, harianpaparazzi.comMenjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, kontroversi kembali mencuat terkait pencalonan H. Zarkasyi Aziz sebagai Wakil Wali Kota Lhokseumawe. 

Zarkasyi, yang pernah tersandung kasus korupsi terkait proyek pembangunan jalan di Aceh Tamiang, memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya berperan sebagai pemilik perusahaan. Menurutnya, pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dana proyek tersebut adalah Haji Aziz Abad Jaya.

Kasus korupsi yang terjadi pada tahun 2015 itu menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,6 miliar. Proyek pembangunan Jalan Seumadam-Pulo Tiga, yang dikerjakan oleh PT Arifa Sentosa (perusahaan milik Zarkasyi) menyebabkan kerugian besar akibat manipulasi laporan pengerjaan. Proyek yang seharusnya selesai pada akhir 2015 baru rampung pada Januari 2016.

Zarkasyi membantah keterlibatan langsungnya dalam proyek tersebut. Dalam wawancara dengan harianpaparazzi.com, ia menegaskan bahwa semua dana proyek dikelola oleh Haji Aziz Abad Jaya, yang disebutnya meminjam nama perusahaannya untuk melaksanakan proyek.

“Haji Aziz Abad Jaya yang mengurus segalanya, mulai dari penerimaan dana hingga pengerjaan proyek. Saya hanya sebagai pemilik perusahaan, dan uang proyek tidak pernah masuk ke saya,” tegas Zarkasyi.

Meskipun Zarkasyi telah menjalani hukuman penjara selama delapan bulan terkait kasus ini, ia berharap masyarakat dapat menilai peranannya secara objektif. Ia menekankan bahwa dirinya hanya terlibat sebagai pemilik perusahaan, tanpa campur tangan dalam pengelolaan proyek.

Kasus ini menambah deretan pengusaha dan pejabat yang pernah terjerat kasus korupsi namun tetap maju dalam Pilkada. Pilkada Lhokseumawe 2024 diharapkan menjadi ajang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang bersih dari skandal.

Sementara itu, Haji Aziz Abad Jaya belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh harianpaparazzi.com via WhatsApp. (Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

7 Januari 2026 - 20:42 WIB

Trending di Aceh