Menu

Otomatis
Breaking News

Nasional

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

badge-check

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK Perbesar

Jakarta – Maret 2025, genap setahun sudah. Bagi sebagian orang, setahun mungkin hanya putaran waktu yang biasa.

Namun bagi Yuddy Renaldi, setahun terakhir adalah perjalanan panjang melalui lembah kekelaman yang tak pernah ia bayangkan akan ia tapaki.

Ia pernah berdiri tegak di puncak, memandang bangunan kokoh yang ia cintai: Bank BJB.bukan sekadar perusahaan tempatnya bekerja, tetapi rumah kedua.
Di setiap pertemuan dengan kawan-kawan bankir, dengan dada membusung ia bercerita tentang bank kebanggaan Jawa Barat itu.ini rumah kedua saya,” ujarnya selalu, dengan mata berbinar

Bersama tim pengurus, Yuddy membangun kemajuan, merajut jaringan, menata kelola dengan baik. Di bawah komandonya, laba Bank BJB mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Deviden mengalir deras ke pangkuan pemegang saham.

Yuddy, yang kini sakit keras akibat tekanan batin bertubi-tubi, hanya punya satu harapan kecil. Bukan ganti rugi materi, bukan pembebasan status. Hanya permohonan maaf.
“Hanya permohonan maaf dari KPK saja sudah cukup baginya untuk memperbaiki nama baiknya sebelum hidupnya berakhir,” ujarnya lirih pada teman-teman yang menjenguknya.

“Slogan ‘Berani Jujur, Hebat’ yang selalu digembar-gemborkan, beranikah mereka jujur dan meminta maaf?” tanya Yuddy dalam hati.
Pertanyaan itu menggantung, tanpa jawaban.
Dalam penderitaan yang berkepanjangan ini, di saat kesehatannya makin merosot, Yuddy memilih pasrah dan tawakal. Ia melihat semua ini sebagai cobaan dari Allah SWT.
Ia percaya, Tuhan tidak tidur. “Allah akan selalu melindungi dirinya dan akan memberikan cahaya kebenaran dari cobaan yang maha berat ini,” bisiknya penuh keyakinan.

Ia yakin, keadilan sejati bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat nanti. Dan di negeri yang masyarakatnya mulai gerah dengan kekejian dan kedzaliman hukum yang dilakukan aparat penegak hukum, harapan Yuddy mungkin bukan sekadar isapan jempol belaka.
Setahun sudah berlalu. Setahun yang penuh penderitaan dan pertanyaan tanpa jawab.
Sebuah kehidupan dimatikan secara perdata dan pidana hanya karena asumsi sederhana: “Yuddy sebagai Dirut pasti tahu.” Asumsi yang singkat, tapi begitu mematikan.

Di ruang tamu rumahnya yang kini sunyi, Yuddy masih menunggu. Menunggu cahaya kebenaran yang ia yakini akan datang, meski tubuhnya makin lemah dimakan waktu dan sakit.

Kita hanya bisa bertanya, sampai kapan segelintir manusia yang mengemban amanah “menjaga keadilan dan kebenaran” akan terus membiarkan slogan itu hanya tinggal slogan?
Dan kita, masyarakat yang menyaksikan, hanya bisa berharap bahwa di negeri ini, kehormatan, harga diri, dan integritas bukanlah barang murah yang bisa dihancurkan dengan framing dan asumsi belaka.

Ya, Yuddy Renaldi bankir bertangan dingin penuh integritas yang ditersangkakan oleh KPK tanpa diperiksa lebih dulu itu sudah setahun menderita luar dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Korban Keracunan MBG di Berastagi Dirujuk ke Jakarta Usai Dijenguk Wapres Gibran

13 Sep 2026 - 00:15 WIB

Korban Keracunan MBG di Berastagi Dirujuk ke Jakarta Usai Dijenguk Wapres Gibran

Peringatan Keras Polresta Deli Serdang: Dua Pengedar Sabu di Batang Kuis Berhasil Diringkus

21 Agu 2026 - 15:02 WIB

Peringatan Keras Polresta Deli Serdang: Dua Pengedar Sabu di Batang Kuis Berhasil Diringkus

Menteri ESDM Targetkan Penambahan Kapasitas PLTP Sarulla, Bupati Taput Dukung

20 Agu 2026 - 13:28 WIB

Menteri ESDM Targetkan Penambahan Kapasitas PLTP Sarulla, Bupati Taput Dukung

Mahasiswi Jurusan Bisnis PNL Raih Dua Juara di International Business Administration Competition 2026

12 Agu 2026 - 12:37 WIB

Mahasiswi Jurusan Bisnis PNL Raih Dua Juara di International Business Administration Competition 2026

Dua Mahasiswa JTM PNL Raih Juara I pada National Welding Competition 2026 di PPNS Surabaya

17 Jul 2026 - 11:19 WIB

Dua Mahasiswa JTM PNL Raih Juara I pada National Welding Competition 2026 di PPNS Surabaya
Trending di Nasional