Menu

Mode Gelap
Jufri Sitompul Terpilih Jadi Ketua PKB Taput: Memperkuat Struktur Menghadapi Pemilu Legislatif Operasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Berhasil Ungkap Kasus Ganja di Kecamatan Galang Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola

Nasional

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

badge-check

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK Perbesar

Jakarta – Maret 2025, genap setahun sudah. Bagi sebagian orang, setahun mungkin hanya putaran waktu yang biasa.

Namun bagi Yuddy Renaldi, setahun terakhir adalah perjalanan panjang melalui lembah kekelaman yang tak pernah ia bayangkan akan ia tapaki.

Ia pernah berdiri tegak di puncak, memandang bangunan kokoh yang ia cintai: Bank BJB.bukan sekadar perusahaan tempatnya bekerja, tetapi rumah kedua.
Di setiap pertemuan dengan kawan-kawan bankir, dengan dada membusung ia bercerita tentang bank kebanggaan Jawa Barat itu.ini rumah kedua saya,” ujarnya selalu, dengan mata berbinar

Bersama tim pengurus, Yuddy membangun kemajuan, merajut jaringan, menata kelola dengan baik. Di bawah komandonya, laba Bank BJB mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Deviden mengalir deras ke pangkuan pemegang saham.

Yuddy, yang kini sakit keras akibat tekanan batin bertubi-tubi, hanya punya satu harapan kecil. Bukan ganti rugi materi, bukan pembebasan status. Hanya permohonan maaf.
“Hanya permohonan maaf dari KPK saja sudah cukup baginya untuk memperbaiki nama baiknya sebelum hidupnya berakhir,” ujarnya lirih pada teman-teman yang menjenguknya.

“Slogan ‘Berani Jujur, Hebat’ yang selalu digembar-gemborkan, beranikah mereka jujur dan meminta maaf?” tanya Yuddy dalam hati.
Pertanyaan itu menggantung, tanpa jawaban.
Dalam penderitaan yang berkepanjangan ini, di saat kesehatannya makin merosot, Yuddy memilih pasrah dan tawakal. Ia melihat semua ini sebagai cobaan dari Allah SWT.
Ia percaya, Tuhan tidak tidur. “Allah akan selalu melindungi dirinya dan akan memberikan cahaya kebenaran dari cobaan yang maha berat ini,” bisiknya penuh keyakinan.

Ia yakin, keadilan sejati bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat nanti. Dan di negeri yang masyarakatnya mulai gerah dengan kekejian dan kedzaliman hukum yang dilakukan aparat penegak hukum, harapan Yuddy mungkin bukan sekadar isapan jempol belaka.
Setahun sudah berlalu. Setahun yang penuh penderitaan dan pertanyaan tanpa jawab.
Sebuah kehidupan dimatikan secara perdata dan pidana hanya karena asumsi sederhana: “Yuddy sebagai Dirut pasti tahu.” Asumsi yang singkat, tapi begitu mematikan.

Di ruang tamu rumahnya yang kini sunyi, Yuddy masih menunggu. Menunggu cahaya kebenaran yang ia yakini akan datang, meski tubuhnya makin lemah dimakan waktu dan sakit.

Kita hanya bisa bertanya, sampai kapan segelintir manusia yang mengemban amanah “menjaga keadilan dan kebenaran” akan terus membiarkan slogan itu hanya tinggal slogan?
Dan kita, masyarakat yang menyaksikan, hanya bisa berharap bahwa di negeri ini, kehormatan, harga diri, dan integritas bukanlah barang murah yang bisa dihancurkan dengan framing dan asumsi belaka.

Ya, Yuddy Renaldi bankir bertangan dingin penuh integritas yang ditersangkakan oleh KPK tanpa diperiksa lebih dulu itu sudah setahun menderita luar dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Mahasiswa JTM PNL Raih Juara I pada National Welding Competition 2026 di PPNS Surabaya

17 Juli 2026 - 11:19 WIB

Klaim Bobby Nasution Dipertanyakan, Pengamat: Keberhasilan Diukur dari Hasil, Bukan Siapa yang Memulai

3 Juli 2026 - 13:55 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

13 Juni 2026 - 14:30 WIB

PWI-IPB Bahas Beasiswa S2 untuk Wartawan, Ada 10 Prodi Magister yang Ditawarkan

4 Juni 2026 - 11:21 WIB

Wisuda di JCC, Haji Uma Raih Gelar Magister Ilmu Politik, Putranya Lulus Sarjana Ilmu Komunikasi

1 Juni 2026 - 16:22 WIB

Trending di Nasional