Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

Aceh

Perbaikan Irigasi Kreung Pase masih sesuai target dan berjalan lancar

badge-check


					Perbaikan Irigasi Kreung Pase masih sesuai target dan berjalan lancar Perbesar

Harian Paparazzi.com Lhoksukon – Keresahan puluhan ribu petani Aceh Utara dan di Pemko Lhokseumawe selama 4 tahun terahkir belum dapat turun ke sawah, lantaran rusaknya Irigasi Kreung Pase. Namun kini, sedikit bernafas lega karena pekerjaan perbaikannya berjalan lancar dan masih sesuai target.

PPK Irigasi Dan Rawa – II SNVT PJPA Sumatera-I, Syafrepi Hasibuan, ST menjelaskan, untuk saat ini capaian pekerjaan berkisar 60 persen dan Lonjakan persentase pekerjaan telihat dalam 2 bulan ke depan akan naik drastis, setelah usai pekerjaan pondasi.

Ungkapnya, perkerjaan yang memakan waktu berminggu-minggu, karena rekanan saat ini tengah fokus membangun pondasi bendungan sedalam 3 meter dibawah permukaan air, dari target 4,5 meter kedalamannya. Sedangkan target ketinggian nya 6 meter di atas permukaan air mengarah ke utara bendungan. Di hulu sungai Pembangunan pondasi sepanjang 16 meter, Sementara total tinggi pondasi dari pemukaan darat mencapai 20 meter atau 13 meter dari permukaan air laut,

“itulah artinya kalau kita bangun pondasi semakin dalam semakin baik, setelah pondasi selesai ini baru kita akan kerja diatas, kalau kerja dalam air enggak bisa sembarangan.

Pekerjaan pondasi ini lah memakan waktu karena harus dikerjakan dengan perlahan-lahan menjadi sempurna mengikuti gambar. Karena pondasi bangunan awal dalam air keseluruhannya harus dirombak total dengan menggunakan pondasi beton Siklop.

Kelebihan bendungan Irigasi Kreung Pase dengan Lebar bendung 37 meter, menggunakan beton bertulang k300 pelapis Mercu. Untuk Ketahanan bendungan itu sendiri diperkiarakan memiliki daya tahan 60 tahun. Menghadapi musim penghujan dalam pekerjaan pondasi, Hal ini juga diantisipasi dengan mendatangkan 4 unit mesin penyedot air. Untuk kantong lumpur perkerjaannya hampir selesai 70 persen.

Lanjutnyaa, Soal pemasangan pintu air kemungkinan akan dipasang pada bulan november 2024, setelah bendungan selesai.

Tekait, pengalihan sungai buatan ke posisi semula, hal diakui memakan waktu, namun diprediksi dalam bulan Desember pengalihan ke Bendungan juga akan selesai. Bahkan diperkirakan Januari tahun 2025, seluas 8 ribu hektar sawah mulai dari kecamatan Matang Kuli, Nibong, Paya Bakong,

Tanah Luas, Meurah Mulia, Samudra, Syamtalira Bayu dan Kecamatan Penteut Pemko Lhokseumawe, para petani dapat memfungsikan bendungan itu.

Dirinya tidak sependapat denga adanya pemberitaan dari salah satu media Nasional menginformasikan seakan-akan petani mengalami kerugian triliyun rupiah, akibat tidak dapat turun ke sawah, dengan cara mengalikan luas lahan 8 ribu hektar dengan harga hasil panen.

Padahal selama ini hasil pantauan pihaknya, belum terjadi gejolak dan keresahan di masyarakat, karena warga memahami pekerjaan yang dilakukan rekanan harus bertahap.

Pelaksana proyek rehabilitasi Bendung Krueng Pase, Aceh Utara, oleh PT Rudy Jaya asal Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur telah diputuskan kontrak kerja. Hal itu disebabkan proyek multiyears (tahun jamak) yang di lelang oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh pada 2021 bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp44,8 miliar, tak kunjung selesai alias mangkrak.

Untuk melanjutkan proyek yang mangkrak itu pemerintah menambahan anggaran sebesar Rp 35 miliar lagi sehingga total dana secara keseluruhan mencapai Rp 70 miliar untuk pembangunan Bendung Krueng Pase hingga selesai. Dimana lakukan Tender ulang proyek itu dimenangkan oleh PT Casanova Makmur Perkasa, beralamat di Banda Aceh, dengan nilai kontrak Rp 22,8 miliar. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Idul Adha 1447 H, Warga Dusun Buket Rata Punteut Sembelih 5 Ekor Lembu dan 5 Ekor Kambing

27 Mei 2026 - 14:45 WIB

Enam Bulan Pascabanjir, Korban Masih di Tenda, DPR RI dan Kemendagri Turun ke Aceh Tamiang

26 Mei 2026 - 14:43 WIB

SPS Aceh Gelar Doa Bersama untuk Ibunda Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan

25 Mei 2026 - 21:47 WIB

BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi

24 Mei 2026 - 21:28 WIB

Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Trending di Aceh