Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Kantin Sekolah Kelola MBG Bukan Langkah Tepat, SPPG Dinilai Lebih Efektif

badge-check

Kantin Sekolah Kelola MBG Bukan Langkah Tepat, SPPG Dinilai Lebih Efektif Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Wacana pengalihan produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG ke kantin sekolah mendapat respon dan tanggapan dari berbagai pihak. Pasalnya, rencana pengalihan tersebut dinilai tidak maksimal dan memerlukan proses panjang.

Hal tersebut disampaikan Ibnu Sakdan,
Mitra Yayasan Muslim Aceh Peduli di SPPG Lhok Mon Puteh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe. Menurutnya, program MBG seharusnya tidak hanya dipandang sebagai program pemberian makanan gratis kepada peserta didik.

Lebih dari itu, MBG dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta tenaga kerja lokal.

“MBG jangan hanya dilihat sebagai makanan gratis. Di dalamnya ada peluang besar untuk membangun ekonomi masyarakat. Ada petani yang bisa kita berdayakan, ada UMKM yang kita hidupkan, ada tenaga kerja yang kita serap, dan yang paling utama ada generasi muda yang kita siapkan agar lebih sehat dan berkualitas,” kata Ibnu Sakdan kepada media ini, Sabtu (12/09).

Itu sebab, wacana menjadikan kantin sekolah sebagai bagian dari tempat produksi atau pemasok MBG perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing sekolah.

Lebih lanjut, Ibnu Sakdan menilai sistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjadi salah satu pilihan yang lebih efektif apabila didukung dengan fasilitas dan tata kelola yang sesuai standar.

Menurut dia , melalui sistem SPPG, proses pengadaan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian dapat dikelola dalam sistem yang lebih terorganisasi.

“Kalau produksinya dilakukan di tempat yang memang dipersiapkan untuk produksi makanan dalam jumlah besar, pengawasannya akan lebih mudah.Sekolah menerima makanan yang sudah diproses sesuai standar, sementara sekolah dapat tetap fokus menjalankan fungsi pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, hal yang perlu menjadi perhatian adalah pembenahan dan penguatan SPPG agar dapat berjalan lebih optimal, baik dari sisi pengelolaan, pelayanan, maupun sistem pelaksanaannya. Sebaiknya persoalan yang ada tidak langsung dialihkan ke kantin, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan atau tantangan baru di kemudian hari.

“Kalau produksinya dilakukan di tempat yang memang dipersiapkan untuk produksi makanan dalam jumlah besar, pengawasannya akan lebih mudah.Sekolah menerima makanan yang sudah diproses sesuai standar, sementara sekolah dapat tetap fokus menjalankan fungsi pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan yang terpusat juga dinilai dapat mempermudah pengawasan terhadap kualitas bahan pangan, kebersihan, serta keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Dengan demikian, kami berharap evaluasi dan perbaikan dapat lebih difokuskan pada penguatan SPPG, sehingga fungsi dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik tanpa memindahkan beban persoalan kepada pihak lain.” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Stafsus Gubernur Aceh Bahas Percepatan Pemulihan Lahan Pertanian

27 Okt 2026 - 19:42 WIB

Stafsus Gubernur Aceh Bahas Percepatan Pemulihan Lahan Pertanian

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi, 18 Kendaraan dan 32 Ton Solar Disita

27 Okt 2026 - 13:40 WIB

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi, 18 Kendaraan dan 32 Ton Solar Disita

Tanggul Krueng Pase Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam Banjir

26 Okt 2026 - 15:52 WIB

Tanggul Krueng Pase Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam Banjir

Tanggul Krueng Peuto Jebol, Geuchik Gunakan Dana Desa untuk Perbaikan Darurat

25 Okt 2026 - 16:36 WIB

Tanggul Krueng Peuto Jebol, Geuchik Gunakan Dana Desa untuk Perbaikan Darurat

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026

23 Okt 2026 - 21:07 WIB

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026
Trending di Aceh