Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Pengurus Cabang (PC) Pemuda Panca Marga (PPM) Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe versi Musyawarah Nasional (Munas) resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Ahmad Yani, Korem 011/Lilawangsa. Kamis, 23 April 2026.
SK Pelantikan yang dibacakan oleh Sekretaris PC MPP Fakrurazi. Prosesi pelantikan tersebut ditandai dengan penyematan tanda jabatan dan penyerahan tongkat komando oleh Kasdim Aceh Utara yang mewakili Dandim.
Adapun pengurus yang dilantik di antaranya Bakhtiar sebagai Ketua PC PPM Aceh Utara dan Muhammad Nasir sebagai Ketua PC PPM Lhokseumawe.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pengurus daerah, termasuk Ketua Pengurus Daerah (PD) PPM Aceh, Muhammad Isa Yahya, serta perwakilan dari Mabes PPM hasil Munas IX, Samsudin Siregar.
Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, baik secara langsung maupun melalui perwakilan, seperti dari pemerintah daerah, serta unsur TNI dari Korem dan Kodim.
Ketua PC PPM Aceh Utara, Bakhtiar, dalam keterangannya menegaskan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk memperjelas legalitas organisasi PPM yang selama ini dinilai membingungkan di tengah masyarakat akibat adanya beberapa versi kepengurusan.
“Selama ini muncul keraguan di tengah anggota dan masyarakat karena adanya beberapa versi PPM. Hari ini kami buktikan bahwa kami sah secara hukum, memiliki SK resmi, dan tetap eksis sejak lama,” ujar Bakhtiar.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantongi Surat Keputusan (SK) yang sah dan mendapat dukungan dari struktur organisasi di tingkat pusat maupun daerah. Dengan pelantikan ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan dari anggota terkait arah organisasi.
“Anggota selama ini bingung harus memilih yang mana, karena masing-masing pihak mengklaim sah. Maka hari ini kami tegaskan, inilah PPM yang resmi dan diakui,” tambahnya.
Usai pelantikan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah program kerja ke depan, termasuk menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. “Alhamdulilah kegiatan ini berjalan sukses, meskipun ada tekanan dari pihak- pihak yang mencoba membatalkan agenda pelantikan kami.
“Dan kedepan kami sudah merancang sekitar 10 program kerja. Salah satunya adalah menjalin audiensi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, serta turut berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti penanggulangan bencana,” jelas Bakhtiar.
Selain itu, PPM juga berencana terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi, seperti koperasi, serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan.
“Saat ini jumlah pengurus di Aceh Utara sebanyak 37 orang sesuai SK. Ke depan, kami akan membentuk ranting di tiap kecamatan untuk memperkuat basis organisasi,” ujarnya.
Bakhtiar juga menjelaskan bahwa anggota PPM terdiri dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, guru, pengusaha, hingga swasta. Secara umum, anggota PPM merupakan anak, cucu, atau keluarga dari para veteran, meskipun juga terbuka bagi simpatisan.
“Kami berasal dari berbagai latar belakang, ada dosen, guru, hingga pengusaha. Namun secara garis besar, kami adalah keluarga besar veteran,” ungkapnya.
Disamping itu, hal yang sama juga disampaikan oleh PC MPP Lhokseumawe Muhammad Nasir, pihak agar terus bergerak sesuai dengan ketentuan organisasi dengan berbagai program yang telah dirampung.
“kami tetap solid, program-program sosial kemasyarakatan kami kedepan terus kita galakan di tengah-tengah masyarakat.” jelasnya
Sementara itu, Ketua PD PPM Aceh, Muhammad Isa Yahya, menjelaskan bahwa munculnya beberapa versi kepengurusan PPM berawal dari konflik internal di tingkat pusat yang dipicu oleh perbedaan pandangan politik pada momentum Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun lalu.
Menurutnya, konflik tersebut kemudian berkembang hingga memunculkan beberapa kubu, di antaranya versi Munas, versi Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta versi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
“Ada beberapa versi kepengurusan PPM, namun yang kami jalankan saat ini adalah hasil Munas IX yang sah secara hukum dan memiliki SK dari Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melalui proses hukum dan memenangkan sejumlah gugatan di pengadilan, termasuk hingga tingkat Mahkamah Agung.
“Secara hukum kami sudah jelas. Beberapa pihak lain tidak memiliki dasar legal yang kuat, bahkan tidak memiliki struktur hingga ke daerah,” tegasnya.
Ajak Bersatu dan Fokus Pengabdian
Muhammad Isa Yahya mengajak seluruh anggota PPM untuk tidak terpecah dan kembali fokus pada tujuan utama organisasi, yakni mengabdi kepada masyarakat serta menjaga nilai-nilai perjuangan para veteran.
“Kami berharap kepada pengurus yang baru dilantik agar bekerja maksimal, menjalin sinergi dengan TNI dan pemerintah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi PPM di Aceh, khususnya di Aceh Utara dan Lhokseumawe, sekaligus memperkuat eksistensi organisasi di tengah dinamika yang ada.”pintanya.(*)







