Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot

badge-check

Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot Perbesar

LHOKSEUMAWE, Harianpaparazzi.com – Suasana di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mendadak mencekam setelah terjadi konflik internal warga yang berujung pada aksi pemukulan terhadap seorang Kepala Dusun (Kadus).

Informasi yang dihimpun harianmpaparazi, Senin (30/3/2026), kericuhan dipicu oleh ketidakjelasan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) serta penanganan korban banjir di wilayah tersebut. Warga yang merasa haknya belum terpenuhi meluapkan kekecewaan kepada perangkat desa.

Ketidaksinkronan Data Picu Ketegangan

Ketegangan diduga bermula dari adanya ketidaksinkronan antara data bantuan dengan kondisi di lapangan. Situasi ini diperparah oleh minimnya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, langkah penanganan yang tidak terkoordinasi dengan baik memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Masalah ini bukan hanya soal bantuan, tapi bagaimana komunikasi di lapangan tidak berjalan baik sehingga menimbulkan konflik antarwarga,” ujar seorang sumber.

Kadus Jadi Korban Amuk

Akibat situasi yang memanas, seorang Kepala Dusun menjadi sasaran kemarahan warga. Persoalan Jadup dan data rumah terdampak banjir yang belum jelas disebut sebagai pemicu utama insiden tersebut.

Warga menilai, lambatnya kejelasan terkait bantuan membuat emosi masyarakat tidak terkendali hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Desakan Transparansi dan Evaluasi Penanganan

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Mesjid Punteut masih diliputi ketegangan. Masyarakat berharap adanya kejelasan, transparansi, serta perbaikan sistem koordinasi dalam penanganan pascabencana agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi guna meredam situasi dan mengembalikan kondusivitas di tengah masyarakat.

(Tri Nugroho Panggabean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Setahun Disidik, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Pembayaran BLT Gampong Blang Majron Berakhir SP3, Temuan Audit Rp107,8 Juta Jadi Sorotan

25 Juli 2026 - 19:59 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

Trending di Aceh