Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

Headline

Indra Gunawan: Reforma Agraria Senjata Utama Perang Lawan Kelaparan, BPN Palangka Raya Dukung Swasembada Pangan

badge-check


					Indra Gunawan: Reforma Agraria Senjata Utama Perang Lawan Kelaparan, BPN Palangka Raya Dukung Swasembada Pangan Perbesar

PALANGKA RAYA, harianpaparazzi.com — Kepala BPN Kota Palangka Raya, Indra Gunawan, menegaskan komitmennya mendukung program Reforma Agraria yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, program ini sangat relevan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

“Reforma agraria tidak hanya tentang keadilan dan kesejahteraan, tetapi juga tentang ketahanan pangan. Jadikan program ini sebagai senjata utama perang lawan kelaparan,” ujar Indra Gunawan kepada wartawan, Selasa 29 Oktober 2024.

Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penambahan luas lahan pertanian nasional.

“Program reforma agraria yang dimikili Kementerian ATR/BPN merupakan lini strategis, baik dalam redistribusi tanah, penataan aset, hingga pada pembinaan masyarakat,” jelas Indra.

Redistribusi tanah adalah upaya melakukan pemberian Tanah Objek reforma agraria (TORA) dan sertifikasi tanah untuk masyarakat yang berhak.

Sementara, pada struktur penataan aset, Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya dapat memastikan kejelasan status kepemilikan.

Sehingga, unsur pembinaan masyarakat, terutama dalam hal pendampingan dengan memanfaatkan tanah secara produktif akan lebih relevan.

“Maka, diperlukan penguatan internal, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik tingkat kota maupun provinsi,” kata dia.

“Kami yakin stakeholder terkait akan ikut serta untuk mendukung keberhasilan reforma agraria ini,” jelas Indra Gunawan.

Undang-Undang RPJPN Jadi Landasan

Indra juga menyoroti pentingnya Undang – Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah mengamanatkan keberlanjutan program reforma agraria.

“Undang-undang ini, menjadi dasar hukum yang kuat bagi kita untuk melanjutkan pekerjaan besar sekarang demi masa depan,” tegasnya.

Diharapkan, dengan pelaksanaan program reforma agraria yang efektif, masyarakat dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan tanah mereka secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan,” kata Indra Gunawan.

Potensi

Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin mencuri perhatian sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional.

Dengan luas lahan yang memadai dan kondisi geografis yang mendukung, kota ini diyakini mampu berkontribusi signifikan.

Terutama dalam mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Potensi Palangka Raya sebagai lumbung pangan tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung, salah satunya luas lahan yang Potensial.

Kota Palangka Raya masih memiliki banyak lahan yang belum tergarap secara optimal dari luas wilayah yang ada yakni 2.853,12 Km2.

Dengan jumlah penduduk 302.310 jiwa, ada potensi pengembangan berbagai jenis tanaman pangan.

Apalagi dengan iklim tropis yang dimiliki Kalimantan Tengah, diyakini mampu mendorong pertumbuhan tanaman sepanjang tahun.

“Jadi memungkinkan, melakukan panen lebih sering dalam setahun,” jelas Indra Gunawan.

Tantangan dan solusi

Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan sektor pertanian di Palangka Raya juga dihadapkan pada beberapa tantangan.

Seperti keterbatasan tenaga kerja, akses terhadap pasar, pengetahuan petani dan bencana banjir yang kerap menjadi momok petani.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Maka kami BPN Kota Palangka Raya siap bekerja mendukung program swasembada pangan sesuai arahan, fungsi dan kewenangan,” tutup Indra Gunawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPR RI T.A. Khalid Bantah Jual Tanah Negara

17 Januari 2026 - 17:47 WIB

Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga

14 Januari 2026 - 23:36 WIB

Oknum Anggota DPR RI Asal Aceh TA Khalid Diduga Tipu Warga

14 Januari 2026 - 20:24 WIB

Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat

11 Januari 2026 - 22:56 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Aceh